Dukung Pertanian Organik, UBAYA dan UWKS Terapkan Smart Farming

  • 02 Agt 2026 16:11 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Program pengabdian masyarakat Universitas Surabaya (UBAYA) dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) mendukung pertanian organik di Kabupaten Mojokerto. Program tersebut menerapkan smart farming melalui sistem irigasi berbasis Internet of Things (IoT).

Program berlangsung di Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, melalui skema Pemberdayaan Desa Binaan (PDB). Kegiatan didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek.

Tim pelaksana dipimpin Idfi Setyaningrum bersama Veni Megawati, Gunawan, dan Dwie Retna Suryaningsih. Kolaborasi ini melibatkan dosen UBAYA dan UWKS dari berbagai disiplin ilmu.

Ketua tim PDB, Idfi Setyaningrum, mengatakan Desa Selotapak menjadi desa binaan UBAYA sejak 2019. "Mayoritas masyarakat menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian dan perkebunan," ujarnya, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Menurut Idfi, produktivitas pertanian masih rendah akibat teknologi produksi yang sederhana. "Kondisi tersebut membuat usaha tani kurang efisien dan rentan terhadap cuaca serta fluktuasi harga," katanya.

Untuk menjawab tantangan itu, tim mengembangkan pengolahan hasil pertanian sekaligus menerapkan smart farming. Teknologi IoT dimanfaatkan untuk mendukung sistem irigasi yang lebih efisien.

Anggota tim UWKS, Dwie Retna Suryaningsih, mengatakan tahap awal difokuskan pada penguatan SDM dan infrastruktur. "Petani dibekali pengetahuan budidaya organik dan penggunaan irigasi berbasis IoT," ujarnya.

Retna menjelaskan sistem irigasi presisi memanfaatkan sensor, jaringan, dan otomatisasi. "Distribusi air dapat disesuaikan kebutuhan tanaman sehingga penggunaan air lebih efisien," katanya.

Menurut Retna, petani juga dapat memantau kondisi lahan secara real-time melalui data digital. "Petani mampu menentukan waktu dan jumlah distribusi air secara lebih tepat," ujarnya.

Program tersebut mendapat dukungan Komisi IV DPR RI dan Kementerian Pertanian. Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati, meninjau pelaksanaan program serta berdialog dengan pemerintah desa dan kelompok tani.

Dukungan diwujudkan melalui Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B). Program itu mendorong pemanfaatan pekarangan untuk meningkatkan gizi keluarga dan pendapatan masyarakat.

Kepala Desa Selotapak, Agus Sugiono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak pendukung. "Penggunaan IoT memudahkan monitoring irigasi melalui smartphone dan meningkatkan efisiensi penggunaan air," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....