Hard Skill Saja Tak Cukup Hadapi Dunia Kerja

  • 20 Jul 2026 06:41 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII mengingatkan lulusan perguruan tinggi untuk terus mengembangkan kemampuan nonteknis atau soft skill agar mampu menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Hal itu disampaikan Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah VII, Muhammad Machmud, saat mewakili Kepala LLDIKTI Wilayah VII dalam wisuda STIESIA Surabaya, Sabtu, 18 Juli 2026.

Machmud mengatakan pengetahuan, pengalaman, dan kompetensi teknis (hard skill) saja tidak lagi cukup untuk menghadapi tantangan dunia kerja saat ini. Karena itu, para wisudawan diharapkan tidak berhenti belajar.

"Karena perkembangan teknologi, perkembangan dunia semakin cepat," ujarnya.

Menurutnya, sumber daya manusia yang tidak memiliki soft skill yang memadai berpotensi tergantikan oleh kecerdasan buatan. Ia mencontohkan pesatnya perkembangan otomasi di China sebagai gambaran perubahan dunia kerja.

"Hard skill suatu saat berpotensi digantikan kecerdasan buatan. Maka satu-satunya solusi adalah harus tetap meningkatkan soft skill," katanya.

Machmud juga mengutip Forum Ekonomi Dunia yang menyebutkan sekitar 50 persen pekerja perlu meningkatkan keterampilannya setiap tahun agar mampu mengikuti perubahan kebutuhan industri.

"Sehingga satu-satunya solusi agar kita tidak tergantikan oleh AI adalah kita memiliki soft skill yang bagus," tuturnya.

Ia menjelaskan, sejumlah penelitian menunjukkan terdapat kemampuan nonteknis yang sulit digantikan oleh AI. Di antaranya adalah kemampuan berpikir kritis (critical thinking) dan integritas.

Machmud berharap para wisudawan dapat terus mengembangkan kompetensi tersebut sebagai bekal memasuki dunia kerja sekaligus meraih kesuksesan di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....