Apple Uji Chip DRAM China untuk iPhone Pasar Domestik

  • 09 Jul 2026 21:37 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Apple dikabarkan mulai menguji chip memori DRAM buatan ChangXin Memory Technologies (CXMT) untuk iPhone yang dipasarkan khusus di China. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada tiga pemasok utama memori, yakni Samsung, SK hynix, dan Micron, di tengah melonjaknya harga DRAM akibat tingginya permintaan industri kecerdasan buatan (AI).

Financial Times melaporkan, Apple kini telah memasuki tahap awal pengujian chip DRAM CXMT. Namun, komponen tersebut hanya dipertimbangkan untuk iPhone yang dipasarkan di China, bukan untuk perangkat yang dijual secara global.

Sementara itu, 9to5Mac menyebut Apple sebelumnya juga melobi pemerintah Amerika Serikat agar dapat menggunakan komponen produksi CXMT. Perusahaan asal China itu masuk dalam daftar perusahaan yang dinilai memiliki keterkaitan dengan militer oleh Departemen Pertahanan AS. Meski demikian, status tersebut tidak secara otomatis melarang perusahaan swasta menggunakan produknya, tetapi tetap membawa konsekuensi politik dan regulasi.

Penggunaan chip lokal dinilai dapat membantu Apple memperoleh alternatif pasokan di pasar terbesar keduanya setelah Amerika Serikat. Strategi ini juga berpotensi memperkuat hubungan perusahaan dengan pemerintah China yang mendorong penggunaan komponen dalam negeri.

Di sisi lain, keputusan Apple dipengaruhi kondisi pasar memori global. MacRumors melaporkan harga kontrak DRAM naik sekitar 55–60 persen sepanjang semester pertama 2026. Kenaikan itu dipicu meningkatnya permintaan memori berkapasitas tinggi untuk server AI dan pusat data, sehingga kapasitas produksi produsen besar lebih banyak dialihkan ke sektor tersebut dibandingkan perangkat konsumen.

Apabila lolos proses validasi, CXMT akan menjadi pemasok DRAM keempat Apple setelah Samsung, SK hynix, dan Micron. Kehadiran pemasok baru diperkirakan memperkuat posisi tawar Apple dalam negosiasi harga sekaligus membantu mendiversifikasi rantai pasok untuk mengurangi risiko gangguan produksi.

Namun, langkah tersebut juga mendapat perhatian karena CXMT merupakan perusahaan yang mendapat dukungan pemerintah China. Reuters melaporkan Apple masih harus mempertimbangkan berbagai faktor geopolitik sebelum memutuskan penggunaan chip tersebut secara komersial.

CXMT yang berdiri pada 2016 kini menjadi produsen DRAM terbesar di China. Menurut Financial Times, perusahaan itu telah menguasai sekitar 11 persen kapasitas produksi wafer DRAM global dan diproyeksikan meningkat menjadi 15 persen pada 2028 seiring pembangunan fasilitas baru di Hefei, Shanghai, dan Beijing.

Hingga kini Apple belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan tersebut. Belum diketahui kapan perusahaan akan mengambil keputusan akhir mengenai penggunaan chip DRAM CXMT pada iPhone untuk pasar China.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....