Pemprov Jatim Apresiasi BYD Tech-Culture Fest, Percepat Transisi Mobilitas Hijau

  • 02 Jul 2026 20:39 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendukung percepatan transisi menuju kendaraan ramah lingkungan melalui penyelenggaraan BYD Tech-Culture Fest 2026 di Fashion Atrium Pakuwon Mall Surabaya pada 2–5 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal teknologi kendaraan elektrifikasi sekaligus memperkuat ekosistem mobilitas hijau di Jawa Timur.

Plt. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur, MHD. Aftabuddin Rijaluzzaman, mengatakan Surabaya bukan hanya pusat bisnis, tetapi juga terus berkembang menjadi ekosistem inovasi menuju kota cerdas dan berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi instrumen penting untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai kendaraan listrik melalui pameran, aktivitas interaktif, hingga sesi test drive.

"Teknologi Dual Mode memberikan jawaban atas kebutuhan efisiensi tinggi dan jarak tempuh yang andal, baik untuk mobilitas di perkotaan seperti Surabaya maupun perjalanan antarkota. Ini adalah jembatan teknologi yang sempurna untuk mengakselerasi transisi energi tanpa mengorbankan fungsi mobilitas masyarakat," ujar Aftabuddin.

Ia juga mengapresiasi ekspansi jaringan dealer BYD di Surabaya, Gresik, Madiun, hingga Banyuwangi. Menurutnya, semakin luas jaringan penjualan dan layanan purnajual akan mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan elektrifikasi sekaligus mendukung target pengurangan emisi karbon di sektor transportasi.

Melalui BYD Tech-Culture Fest 2026, masyarakat dapat mengenal lebih dekat teknologi Dual Mode (DM), e-Platform 3.0, dan Blade Battery melalui Tech Xperience Booth. Pengunjung yang mengikuti berbagai tantangan interaktif dapat mengumpulkan poin untuk ditukarkan dengan suvenir di Redemption Booth, serta mencoba langsung kendaraan BYD melalui sesi test drive.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan Indonesia masih didominasi kendaraan bermesin konvensional. Karena itu, BYD menghadirkan solusi yang dapat menjadi jembatan menuju elektrifikasi penuh.

"Indonesia sedang berkembang, masih ada sekitar 65 persen lebih kendaraan konvensional yang digunakan masyarakat. Kami percaya perjalanan menuju elektrifikasi sepenuhnya tidak bisa dipaksakan. Tidak semua pelanggan sudah siap menggunakan kendaraan listrik murni, baik karena kesiapan infrastruktur maupun kebutuhan mobilitasnya. Karena itu kami percaya masyarakat perlu memiliki lebih banyak pilihan. Itulah alasan BYD menghadirkan teknologi Dual Mode di Indonesia," kata Luther.

Menurutnya, teknologi Dual Mode tetap mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin bensin bekerja sesuai kebutuhan. Dengan demikian, pengguna tetap memperoleh sensasi berkendara layaknya mobil listrik, namun memiliki fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.

Selain menghadirkan efisiensi penggunaan energi, teknologi tersebut juga menawarkan biaya kepemilikan yang lebih rendah. Berdasarkan simulasi internal selama tiga tahun, BYD M6 DM mampu menghadirkan efisiensi biaya perawatan sekitar 30 persen dibandingkan kendaraan konvensional di segmen yang sama.

"Potensi penghematan ini didukung sistem Dual Mode yang mengoptimalkan penggunaan tenaga listrik dan mesin sesuai kebutuhan berkendara, sehingga memberikan nilai kepemilikan yang lebih optimal dalam jangka panjang," ujarnya.

BYD juga terus memperluas jaringan layanannya di Indonesia. Hingga akhir 2026, perusahaan menargetkan memiliki lebih dari 100 jaringan dealer, dengan lebih dari 95 persen di antaranya berkonsep 3S (sales, service, dan spare parts).

"Pada akhir tahun ini kami menargetkan lebih dari 100 jaringan dan lebih dari 95 persen merupakan jaringan 3S. Fokus kami sekarang sudah berkomitmen ke kota-kota tier dua, bukan hanya ibu kota provinsi," kata Luther.

Sementara itu, Regional Manager After Sales BYD Indonesia Andre Obrien mengatakan seluruh suku cadang kendaraan BYD saat ini masih didatangkan dari China untuk memastikan kualitas produk dan kecepatan pasokan kepada konsumen. Seiring berkembangnya pasar kendaraan listrik di Indonesia, BYD juga membuka peluang lokalisasi produksi suku cadang di masa mendatang.

Selain menghadirkan edukasi otomotif, BYD Tech-Culture Fest 2026 juga dimeriahkan talkshow bersama pengamat otomotif Willy Sandi, kompetisi seni anak, dan penampilan grup musik MALIQ & D'Essentials. Festival ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya sebagai bagian dari upaya memperluas literasi masyarakat terhadap teknologi kendaraan ramah lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....