Unusa Kantongi Delapan Paten Perkuat Hilirisasi Hasil Riset Kampus

  • 01 Jul 2026 13:36 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) berhasil mengoleksi delapan paten hingga Juni 2026. Capaian tersebut menjadi bukti komitmen kampus dalam mengembangkan inovasi sekaligus mendorong hilirisasi hasil riset yang bermanfaat bagi masyarakat.

Paten terbaru diperoleh dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI. Inovasi berjudul "Sistem Insinerator Pembakar Sampah Ramah Lingkungan Tanpa Asap" dengan Nomor Paten S00202503860 menjadi paten kedelapan yang dimiliki Unusa.

Rektor Unusa, Prof. Tri Yogi Yuwono, Rabu 1 Juli 2026 mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan budaya riset dan inovasi di lingkungan kampus terus berkembang meski usia universitas baru menginjak 13 tahun. Menurutnya, inovasi yang dihasilkan diarahkan untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.

"Usia 13 tahun merupakan fase bertumbuh. Kami bersyukur pertumbuhan Unusa tidak hanya ditunjukkan oleh peningkatan jumlah mahasiswa, program studi, dan akreditasi, tetapi juga oleh lahirnya inovasi-inovasi yang memperoleh pengakuan dalam bentuk paten," kata Tri Yogi.

Ia menegaskan paten bukan menjadi tujuan akhir dari sebuah penelitian. Hasil riset tersebut akan terus didorong memasuki tahap hilirisasi agar dapat dimanfaatkan oleh dunia industri, pemerintah, maupun masyarakat luas.

Kepala Subdirektorat Riset, Inovasi, dan Kekayaan Intelektual Unusa, Dr. Fifi Khoirul Fitriyah, mengatakan seluruh paten yang telah diperoleh sedang dipersiapkan memasuki tahap hilirisasi melalui Transfer Technology Office (TTO). Kampus juga memberikan dukungan berupa pendanaan pengembangan produk dan insentif bagi para inventor.

"Saat ini kami telah memiliki delapan paten granted yang sedang dipersiapkan memasuki tahap hilirisasi melalui Transfer Technology Office agar siap diadopsi dan dipasarkan. Kami berharap langkah ini dapat memperkuat ekosistem riset dan inovasi di Unusa serta menghasilkan produk-produk unggulan yang berdaya saing dan berdampak bagi masyarakat maupun dunia industri," ujar Fifi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....