Guru Besar ITS Kembangkan Inovasi Manajemen Risiko Maritim

  • 29 Jun 2026 00:06 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Risiko kecelakaan dan kegagalan proyek masih menjadi tantangan industri maritim nasional. Guru Besar ITS, Prof. Silvianita, mengembangkan inovasi manajemen risiko untuk meningkatkan keselamatan operasional.

Penelitian tersebut disampaikan dalam orasi ilmiah pengukuhan guru besar. Silvianita menjadi guru besar perempuan pertama dari Fakultas Teknologi Kelautan ITS.

Ia memperkenalkan dua metodologi, yakni Methodology for Investigation of Critical Hazards (MIVTA) dan Methodology for Investigation of Risk-Based Maintenance (MIRBA). Keduanya dirancang mengidentifikasi bahaya serta menentukan langkah mitigasi yang sesuai.

"MIVTA menemukan potensi bahaya sejak dini. Sedangkan MIRBA menentukan langkah mitigasi agar risiko kecelakaan diminimalkan," katanya, Minggu, 28 Juni 2026.

MIVTA mengidentifikasi sumber bahaya, penyebab utama, serta tingkat kemungkinan dan dampaknya. Sistem tersebut memanfaatkan Fuzzy Logic untuk membantu penilaian risiko.

"Dengan ini, kita bisa menangkap ketidakpastian di lapangan yang selama ini sulit dikuantifikasi," katanya. "Manajemen risiko bukan hanya menghindari kecelakaan, tetapi memastikan setiap keputusan menghasilkan operasi lebih aman."

Hasil analisis MIVTA kemudian diproses menggunakan MIRBA. Metode itu membantu menentukan strategi pencegahan dan perawatan berdasarkan tingkat risiko.

Silvianita menegaskan manajemen risiko harus menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan organisasi. Pendekatan itu diharapkan meningkatkan keselamatan dan keandalan infrastruktur maritim.

Metode tersebut telah diterapkan pada proses pemindahan anjungan lepas pantai ke kapal pengangkut. Hasilnya mampu mengidentifikasi sejumlah risiko prioritas yang berpotensi memicu kecelakaan kerja.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....