Gizi dan Stimulasi Perkuat Potensi Belajar Anak sejak Dini

  • 27 Jun 2026 14:53 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Potensi setiap anak dapat berkembang secara optimal melalui proses belajar yang didukung gizi dan stimulasi yang tepat sejak usia dini. Perkembangan koneksi otak dinilai menjadi salah satu fondasi penting yang membantu anak menyerap informasi, beradaptasi, dan mengembangkan berbagai kemampuan untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Dokter spesialis anak dr. Dian Pratamastuti, Sp.A., Sabtu 27 Juni 2026 menjelaskan, bahwa pada masa awal kehidupan, otak berkembang sangat pesat, sehingga proses mielinasi berperan penting dalam mempercepat komunikasi antarsel saraf. Proses ini mendukung perkembangan kemampuan motorik, bahasa, fokus, daya ingat, hingga kemampuan memecahkan masalah.

"Ketika gizi dan stimulasi berjalan beriringan, keduanya dapat membantu mendukung proses belajar dan tumbuh kembang anak yang optimal," ujar Dian.

Dukung proses belajar dan optimalkan tumbuh kembang anak, S-26 hadirkan kampanye "Semua Bisa Jadi Hebat" melalui Exceptional Journey: A Journey Inside The Brain di Pakuwon Mall Surabaya, 26–28 Juni 2026. Pengunjung dapat mencoba berbagai wahana interaktif, termasuk teknologi Exceptional Brain Visualizer berbasis EEG untuk melihat visualisasi aktivitas otak anak secara real time.

Category Marketing Manager Wyeth Nutrition S-26, Vera Niki Gozali, mengatakan setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang sesuai potensi masing-masing. Menurutnya, dukungan gizi, stimulasi, dan proses belajar yang beragam menjadi bagian penting dalam membantu anak mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki.

"Kami ingin mengajak Mams & Paps melihat bahwa di balik setiap anak hebat terdapat koneksi otak yang cepat. Kami percaya setiap anak bisa jadi hebat melalui perjalanan belajarnya masing-masing dengan dukungan gizi, stimulasi, dan proses multi-learning yang tepat," kata Vera.

Salah seorang pengunjung, Syafira Devani, mengaku memperoleh pengalaman baru mengenai pentingnya memberikan stimulasi yang konsisten kepada anak. Menurutnya, pemahaman mengenai cara kerja otak membuat orang tua lebih menyadari pentingnya menghadirkan pengalaman belajar yang beragam di rumah.

"Saya jadi memahami bagaimana aktivitas sehari-hari dapat mengaktifkan area tertentu di otak anak. Pengalaman ini membuat saya semakin sadar pentingnya menghadirkan stimulasi yang beragam di rumah agar potensi anak dapat berkembang secara optimal," tuturnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....