Dewan Pendidikan Jatim Ajak Para Orang Tua Pantau Kegiatan Anak saat Libur Sekolah

  • 24 Jun 2026 22:06 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya : Dewan Pendidikan Kota Surabaya mengajak para orang tua untuk lebih aktif untuk memberi bimbingan kepada anak agar tetap produktif selama momen libur sekolah dengan memberikan tugas dan tanggung jawab ringan di rumah. Hal tersebut disampaikan Anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur, Dr. Suko Widodo saat di hubungi RRI Rabu 24 Juni 2026.

Suko mengatakan upaya progresif wajib dilakukan orang tua kepada anak selama libur sekolah, seperti melakukan tugas rumah, menata jadwal kegiatan harian dan sebagainya. “Misalnya hal sederhana, kalau memang tidak bisa rekreasi keluar kota, bisa digunakan dengan mencuci piring, kemudian sholat bersama yang Islam, atau bersih-bersih,” ujar Suko.

Ia menambahkan potensi pemakaian gadget pada anak selama libur sekolah diprediksi akan tinggi dan hal tersebut bukanlah rutinitas kegiatan yang positif. “Kalau lihat tren sekarang, liburan ini anak-anak di rumah dan hanya berkutat menggunakan ponsel dan komputer, itu tidak baik bagi perkembangan fisik maupun mental anak-anak,” ucapnya.

Selaras dengan Dewan Pendidikan Suko Widodo, Rektor Pelaksana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) Prof. Akhmad Muzakki juga memandang kegiatan anak harus tetap produktif selama libur sekolah dengan memanfaatkan pantauan langsung dari orang tua.

Rektor Pelaksana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) Prof. Akhmad Muzakki. (Foto : RRI/Fais)

Muzakki menyebut orang tua perlu lebih berperan untuk mengarahkan anak agar lebih terlibat pada pekerjaan ataupun aktivitas yang nyata. “Jadi menurut saya malah mendorong orang tua untuk mengajak putra-putrinya misal seperti membuat diary. Jadi kalau mereka menghabiskan waktu tertentu dengan bikin report-report pendek yang reflektif,” ucap Muzakki.

Selain itu, liburan sekolah ini juga bisa digunakan mahasiswa maupun pelajar untuk menerapkan ilmu yang sudah di pelajari di kampus maupun sekolah kepada masyarakat. “Maka momentum liburan ini penting untuk dimanfaatkan sedikitnya untuk melengkapi kecakapan, kemampuan yang mereka sudah dapatkan di kampus melalui pengalaman real di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Dewan Pendidikan Jatim, kekhawatiran yang muncul pada anak di momen libur sekolah kali ini karena ruang media sosial dan gadget saat ini mengalami transparansi lintas batas usia, yang dimana anak dapat berpotensi mengakses konten yang belum sesuai dengan batas umurnya.

Meski pemerintah melalui Komdigi RI telah melahirkan PP TUNAS (Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025) tentang regulasi ruang digital yang aman dan ramah bagi anak, harapannya peran orang tua tetap menjadi hal utama sehingga momen libur sekolah dapat di lalui secara positif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....