Rektor: Pertamina Pesan Kapal Pembersih Sampah Inovasi ITS.
- 24 Jun 2026 03:25 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - PT . Pertamina memesan sejumlah kapal pembersih sampah yang dikembangkan akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Hal tersebut disampaikan Rektor ITS, Prof. Bambang Pramujati, yang mengaku ITS terus menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Salah satunya melalui pengembangan kapal pengambil sampah yang kini telah digunakan untuk mendukung kebersihan perairan. Bambang Pramujati, mengatakan kapal pengambil sampah hasil pengembangan ITS telah diserahkan kepada Pertamina.
Perusahaan tersebut memesan dua unit kapal dengan fungsi serupa untuk dioperasikan di kawasan Kuta dan Kota Baru di Kalimantan. "Pertamina memesan dua kapal yang fungsinya untuk mengambil sampah dan akan digunakan di Kuta serta Kota Baru Kalimantan," kata Bambang, Selasa, 23 Juni 2026.
Menurutnya, permintaan terhadap kapal tersebut terus bertambah. Pertamina juga berencana memanfaatkan teknologi serupa di sejumlah daerah lain, termasuk Labuan Bajo.
"Masih ada beberapa kapal lagi yang diminta Pertamina untuk Labuan Bajo dan beberapa tempat lainnya," ujarnya. Bambang menjelaskan, pembangunan kapal-kapal tersebut nantinya akan dilakukan melalui klaster maritim ITS.
Inovasi ini menjadi bagian dari komitmen ITS dalam menghadirkan teknologi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. "Teknologinya sederhana, tetapi manfaatnya besar. Ini sesuai dengan cita-cita kami sebagai kampus yang berdampak," ucapnya.
Kapal tersebut dirancang untuk mengangkut sampah yang mengapung di permukaan air. Kehadirannya diharapkan dapat membantu menjaga kebersihan kawasan pesisir dan perairan yang menjadi destinasi wisata maupun pusat aktivitas masyarakat.
Keunggulan lain kapal ini adalah kemampuannya untuk dioperasikan menggunakan sistem kendali jarak jauh atau remote control. Pada kapal yang diserahkan kepada Pertamina, jangkauan remote bahkan dapat mencapai sekitar satu kilometer.
"Yang satu menggunakan remote dan yang satunya manual. Jangkauan remotenya bisa sampai sekitar satu kilometer," ujar Bambang.
Meski teknologi kapal otonom memungkinkan untuk diterapkan, ITS memilih mengembangkan sistem manual dan remote karena dinilai lebih mudah digunakan oleh masyarakat. Ke depan, pengembangan fitur otonom tetap terbuka untuk dilakukan oleh para peneliti ITS.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....