UNAIR Resmikan Kantor OIC-COMSTECH, Perkuat Kolaborasi Sains Dunia Islam

  • 18 Jun 2026 22:57 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menegaskan kontribusi sains di tingkat internasional, khususnya di dunia Islam. Melalui World University Association for Community Development (WUACD), UNAIR meresmikan kantor OIC-COMSTECH di ASEEC Tower Kampus Dharmawangsa-B.

Peresmian kantor OIC-COMSTECH (Organization of Islamic Cooperation Standing Committee for Scientific and Technological Cooperation) dihadiri Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, HE Zahid Hafeez Chaudhri. Kehadiran para pemangku kepentingan menandai penguatan kerja sama antarnegara anggota OIC.

Rektor UNAIR sekaligus Presiden WUACD, Prof Mohammad Madyan, menyambut peresmian itu dengan antusias. Ia menyebut kantor tersebut sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi internasional.

"Merupakan kehormatan besar bagi saya menyambut seluruh tamu dalam peresmian Kantor OIC-COMSTECH ini," ujar Prof Madyan, Kamis, 18 Juni 2026. Menurutnya, kantor tersebut akan menjadi wadah kolaborasi perguruan tinggi anggota OIC.

Program yang dikembangkan mencakup riset bersama, publikasi, dan mobilitas akademik. "Langkah ini mendukung COMSTECH Consortium of Excellence untuk menjawab tantangan negara-negara anggota OIC," katanya.

Duta Besar Pakistan, HE Zahid Hafeez Chaudhri, mengapresiasi UNAIR atas fasilitasi pusat kerja sama tersebut. Ia menilai langkah itu penting bagi kemajuan sains dunia Islam.

"Peluncuran pusat di Universitas Airlangga akan berkontribusi besar bagi pemberdayaan dunia Muslim," ucapnya. Dubes Zahid mengatakan dunia menghadapi tekanan geopolitik, perubahan iklim, dan krisis pangan.

"Kontribusi kita terhadap penelitian global baru sekitar 10 persen. Kesenjangan ini menunjukkan pentingnya memperkuat ekosistem penelitian dan kolaborasi sains," ujarnya.

Ia juga menyoroti kerja sama kesehatan antara Indonesia dan Pakistan. Salah satu fokusnya adalah pengembangan kemampuan produksi vaksin secara mandiri.

"Kemampuan memproduksi vaksin bukan sekadar kebutuhan kesehatan masyarakat," ujarnya. "Ini juga menyangkut keamanan negara dan kedaulatan strategis."

Di akhir sambutannya, Dubes Zahid menekankan pentingnya investasi pada generasi muda. Menurutnya, lembaga seperti OIC-COMSTECH dan WUACD berperan mengubah pengetahuan menjadi solusi nyata.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....