Dorong Wisata Edukasi Singapura, STB Gandeng Muhammadiyah Jatim

  • 11 Jun 2026 10:29 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Singapore Tourism Board (STB) Indonesia menjalin kemitraan dengan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non-Formal (Dikdasmen PNF) Muhammadiyah Jatim dan PT Universal Solusi Edukasi. Kerja sama ini bertujuan mendorong wisata edukasi dari Jawa Timur ke Singapura.

Kemitraan selama satu tahun itu menargetkan 500 peserta dari sekolah-sekolah Muhammadiyah di Jawa Timur. Mereka akan mengikuti program Overseas Student Trips yang terstruktur.

Program tersebut dirancang untuk memperkaya pengalaman belajar siswa. Peserta akan memperoleh wawasan melalui pembelajaran lintas negara dan lingkungan pendidikan yang beragam.

Dalam siaran pers, Kamis 11 Juni 2026, Area Director STB Indonesia (Surabaya), Lim Si Ting, mengatakan kolaborasi ini membuka peluang lebih luas bagi pelajar Indonesia. Menurutnya, Singapura menawarkan banyak pengalaman belajar yang berkualitas.

“Kami berharap dapat memperkenalkan pengalaman pembelajaran yang edukatif dan inspiratif di Singapura. Kami juga ingin memperkuat posisi Singapura sebagai destinasi pilihan untuk wisata edukasi,” ujar Lim.

Ketua Majelis Dikdasmen PNF Muhammadiyah Jawa Timur, Prof. Dr. Khozin, M.Si., menilai pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Pengalaman internasional dinilai penting untuk memperluas wawasan siswa.

“Singapura selaras dengan visi pendidikan Muhammadiyah karena mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan perspektif global. Kami berharap program ini memberi pengalaman berharga bagi para siswa,” kata Khozin.

PT Universal Solusi Edukasi akan bertindak sebagai mitra pelaksana program tersebut. Managing Director PT Universal Solusi Edukasi, Wennas Widjaja menjelaskan, perusahaan ini mendukung perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan.

“Kami berkomitmen memastikan program berjalan profesional, aman, dan bernilai edukatif. Kemitraan ini juga menjadi fondasi untuk memperluas program perjalanan edukasi ke lebih banyak sekolah,” ujar Wennas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....