Kominfo Jatim Sebut Hoaks Masih Dominasi Ruang Digital

  • 09 Jun 2026 18:31 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Kominfo Jatim menyebut hoaks masih mendominasi arus informasi digital.
  • Sebanyak 90% masyarakat Jawa Timur telah mengakses internet.
  • Data Klinik Hoaks Jatim menunjukkan 80% informasi yang diverifikasi merupakan hoaks.
  • Masyarakat dinilai sudah melek internet, namun literasi informasi masih perlu ditingkatkan.
  • Kominfo Jatim menggencarkan edukasi literasi digital, terutama bagi generasi muda.

RRI.CO.ID, Surabaya - Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jawa Timur menilai hoaks masih mendominasi arus informasi digital yang beredar di masyarakat. Kondisi ini terjadi di tengah tingginya penetrasi internet yang membuat informasi dapat tersebar dengan cepat melalui berbagai platform digital.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Jatim, Putut Darmawan, mengatakan derasnya arus informasi di ruang digital tidak selalu diiringi dengan kualitas informasi yang baik. Masyarakat kini dihadapkan pada berbagai konten yang bercampur antara fakta, hoaks, disinformasi hingga ujaran kebencian.

Menurut Putut, berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2026, sekitar 90 persen masyarakat Jawa Timur telah mengakses internet. Tingginya penggunaan internet tersebut membuat penyebaran informasi berlangsung semakin masif.

"Arus informasi saat ini sangat tinggi. Di dalamnya tidak hanya ada informasi yang benar, tetapi juga hoaks, disinformasi, maupun ujaran kebencian," ujarnya, Selasa 9 Juni 2026.

Kominfo Jatim mencatat dominasi hoaks masih terlihat dari hasil verifikasi informasi yang dilakukan melalui layanan Klinik Hoaks Jatim. Dari informasi yang masuk dan diperiksa, sebagian besar diketahui merupakan informasi yang tidak sesuai fakta.

"Data verifikasi kami menunjukkan sekitar 80 persen informasi yang diperiksa ternyata masuk kategori hoaks," kata Putut.

Ia menilai masyarakat sebenarnya sudah cukup akrab dengan teknologi digital. Namun kemampuan untuk memahami, memverifikasi, dan membedakan informasi yang benar dengan yang menyesatkan masih perlu diperkuat.

Karena itu, Kominfo Jatim terus menggencarkan program literasi digital dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi pengguna aktif media sosial. Melalui program tersebut, masyarakat didorong agar tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu bersikap kritis sebelum mempercayai maupun menyebarkan sebuah informasi.

"Kami mengajak masyarakat menjadi pahlawan literasi digital. Informasi yang diterima perlu dicek terlebih dahulu kebenarannya agar tidak ikut menyebarkan hoaks di ruang digital," katanya mengakhiri

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....