Google Umumkan Fake Call Detection, Fitur Baru untuk Melawan Penipuan Berbasis AI

  • 03 Jun 2026 21:04 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Google resmi mengumumkan fitur baru bernama Fake Call Detection yang dirancang untuk melindungi pengguna Android dari panggilan penipuan yang memanfaatkan teknologi AI dan pemalsuan nomor telepon. Fitur ini menjadi bagian dari pembaruan June Android Drop 2026 dan mulai diluncurkan secara global untuk perangkat Android dalam beberapa minggu ke depan.

Dilansir dari blog resmi Google, fitur tersebut hadir sebagai respons terhadap meningkatnya kasus impersonation scam atau penipuan dengan menyamar sebagai orang yang dikenal korban. Para pelaku kini tidak hanya memalsukan nomor telepon, tetapi juga memanfaatkan teknologi voice cloning berbasis AI untuk meniru suara anggota keluarga, teman, atasan, hingga petugas resmi sehingga korban lebih mudah percaya.

Google menjelaskan bahwa Fake Call Detection bekerja seperti "jabat tangan digital" antar perangkat. Ketika seseorang dalam daftar kontak menelepon Anda, perangkat pengirim akan mengirim sinyal verifikasi rahasia untuk membuktikan bahwa panggilan tersebut benar-benar berasal dari perangkat asli pemilik nomor tersebut. Jika sinyal verifikasi tidak ditemukan, sistem akan melakukan pengecekan tambahan dan menampilkan peringatan bahwa panggilan tersebut mungkin palsu.

Dilansir dari TechCrunch, salah satu contoh kasus yang ingin dicegah Google adalah ketika pengguna menerima panggilan dari nomor yang tampil sebagai "Ibu", lengkap dengan suara yang terdengar identik berkat AI. Dalam situasi seperti itu, korban sering kali diminta mengirim uang karena alasan darurat palsu. Dengan Fake Call Detection, Android akan memberikan peringatan sebelum korban terlanjur tertipu.

Media teknologi The Verge melaporkan bahwa fitur ini dibangun di atas teknologi Rich Communication Services atau RCS yang telah dienkripsi. Jika panggilan gagal diverifikasi, Android akan menghapus identitas kontak yang ditampilkan dan menggantinya dengan peringatan bahwa identitas penelepon tidak dapat dipastikan. Hal ini membantu pengguna lebih waspada sebelum melanjutkan percakapan.

Menurut Wired, pendekatan Google berbeda dari sistem pendeteksi suara AI yang mencoba menebak apakah suara penelepon asli atau palsu. Alih-alih menganalisis suara, Fake Call Detection memverifikasi sumber perangkat yang melakukan panggilan. Pendekatan ini dinilai lebih akurat karena tidak bergantung pada kemampuan AI mengenali suara manusia yang semakin sulit dibedakan dari suara sintetis.

Fitur baru ini akan tersedia untuk perangkat Android 12 ke atas yang menggunakan aplikasi Phone by Google. Pada tahap awal, peluncuran dimulai untuk perangkat Pixel sebelum diperluas ke lebih banyak ponsel Android lainnya. Namun, agar verifikasi dapat bekerja maksimal, kedua pihak perlu menggunakan aplikasi Phone by Google dan layanan pendukung Google yang kompatibel.

Kehadiran Fake Call Detection dianggap penting karena ancaman penipuan berbasis AI terus meningkat di seluruh dunia. Dilansir dari Ars Technica, perkembangan teknologi deepfake voice membuat suara hasil AI semakin sulit dibedakan dari suara asli manusia, sehingga metode perlindungan tradisional seperti memeriksa nomor telepon saja tidak lagi cukup efektif.

Dengan peluncuran fitur ini, Google berharap pengguna Android dapat lebih terlindungi dari gelombang penipuan digital generasi baru. Seiring semakin canggihnya teknologi AI yang dimanfaatkan pelaku kejahatan siber, perlindungan berbasis verifikasi perangkat seperti Fake Call Detection dipandang sebagai salah satu langkah penting untuk menjaga keamanan komunikasi di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....