ITS Gandeng DEN Bahas Transformasi Ekonomi Pesisir melalui Energi Biru

  • 19 Mei 2026 21:33 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kampus ITS bekerjasama dengan Dewan Energi Nasional (DEN) berupaya memperkuat strrategi energi biru untuk transformasi ekonomi pesisir. Upaya tersebut dibahas dalam Sarasehan Energi pada 18 Mei 2026, di Auditorium Research Center ITS, Surabaya.

Sarasehan mengangkat tema strategi energi biru dan transformasi ekonomi pesisir. Forum ini bertujuan memperkuat arah kebijakan energi nasional yang inklusif dan adaptif.

Anggota DEN, Satya Widya Yudha, menekankan pentingnya ketahanan energi nasional. Menurutnya, perguruan tinggi berperan penting dalam mendukung kebijakan energi masa depan.

“Kami hadir di ITS untuk bersama-sama melihat implementasi kebijakan ini,” ujar Satya. Ia menilai ITS memiliki kapasitas kuat dalam pengembangan teknologi energi.

Satya menambahkan, kerja sama ini akan ditindaklanjuti dengan peta jalan bersama. Fokus utamanya pada penguasaan teknologi energi dan kesiapan sumber daya manusia.

Wakil Rektor III ITS, Imam Baihaqi, menyatakan kampus siap mendukung pemerintah. Dukungan diberikan melalui riset, inovasi, dan pengembangan SDM maritim.

“Transisi energi harus ditempatkan dalam kerangka kedaulatan energi dan keberlanjutan,” kata Imam. Ia menilai pemberdayaan masyarakat pesisir juga harus menjadi prioritas.

ITS telah mengarahkan riset melalui Pusat Studi Energi dan Sumber Daya Mineral. Fokusnya meliputi energi terbarukan, hidrogen, smart grid, AI, dan dekarbonisasi industri.

Wakil Rektor IV ITS, Agus Muhamad Hatta, menilai peta jalan kerja sama penting disusun. Hal itu agar target teknologi dan SDM menuju 2060 lebih terukur.

“Jadi kita tahu teknologi apa yang hendak dikuasai dan kesiapan SDM-nya,” ujarnya. Ia mencontohkan potensi riset ITS pada sektor maritim.

Hatta menyebut ITS telah memiliki blueprint energi laut dan pilot project. Salah satunya pengembangan pembangkit arus laut dan PLTS terapung.

“Kami ingin berperan dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga arus laut,” ucap Hatta. Langkah ini dinilai strategis bagi Indonesia sebagai negara kepulauan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....