BPOM dan BNNP Turun ke Sekolah Tekan Bahaya Narkoba

  • 05 Mei 2026 14:50 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur menggelar penyuluhan bahaya narkoba bertajuk “Aksi Nasional, Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) yang diselenggarakan Selasa 5 Mei 2026 di SMAN 9 Surabaya.

Acara tersebut diselenggarakan tidak hanya di Kota Surabaya, namun juga diselenggarakan di 32 kota seluruh Indonesia selama bulan Mei, serta telah di launching pada hari Senin 4 Mei 2026 di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu.

Kepala Balai Besar POM (BBPOM) Surabaya Yudi Noviandi menjelaskan tujuan acara tersebut yakni memberikan edukasi kepada siswa terkait bahaya OOT. “Tujuan acara ini memang kita ingin memviralkan bahaya dari OOT ini, yang akibatnya dapat mengganggu proses belajar para siswa, apalagi mereka merupakan calon penerus bangsa,” ujar Yudi.

Ia menambahkan penyalahgunaan OOT dapat merusak sistem syaraf pusat dan berakibat terganggunya proses pembelajaran di sekolah. “Jenis OOT diantaranya Tramadol, Triheksifenidil, Dekstrometorfan dan lainnya itu menjadi pintu masuk menuju narkotika dan bahaya bagi anak,” ungkapnya.

Sementara Tim Penyuluh Narkoba BNNP Jatim, Stafrine Jeanife menyebut pihaknya berupaya melibatkan berbagai pihak agar pencegahan penyalahgunaan narkotika dapat ditekan. “Kita masuk ke bagian ketahanan diri, yaitu masuk ke lingkungan siswa, ibu-ibu nya, komunitas, itu yang kami upayakan,” ucap Stafrine.

Menurut data dari Polda Jatim, selama tahun 2026 atau periode Januari hingga April, Kota Pahlawan masuk dalam kategori zona hitam penyalahgunaan narkoba dengan 25,1 persen kasus dari seluruh kasus yang terungkap di Jawa Timur. Hal tersebut menjadi tantangan seluruh pihak untuk menekan jumlah pengedaran narkotika di Surabaya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....