ITPLN Bidik Akreditasi Unggul, Fokus pada Transisi Energi
- 04 Mei 2026 21:02 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID. Surabaya - Rektor ITPLN, Prof Iwa Garniwa, menegaskan komitmen meraih akreditasi unggul bidang transisi energi. Pernyataan itu disampaikan saat membuka bimbingan teknis bersama LLDIKTI Wilayah III.
Ia menilai akreditasi menjadi tolok ukur utama mutu institusi pendidikan tinggi. Status tersebut menjadi standar kualitas yang tidak bisa dihindari perguruan tinggi.
"PLN menargetkan menjadi perusahaan kelas dunia, maka kampus juga harus menjadi rujukan global," ujarnya, Senin, 4 Mei 2026. "Kampus tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Asia dan dunia."
Iwa menyoroti persoalan serius pendidikan tinggi di Indonesia terkait lulusan. Setiap tahun, sekitar 1,9 juta lulusan dihasilkan, namun banyak belum terserap kerja.
"Ada sekitar 250 ribu lulusan tidak terserap dunia kerja setiap tahun, sehingga situasi ini tidak boleh terus terjadi," katanya. ITPLN memilih fokus mengembangkan sumber daya manusia sektor energi masa depan.
Kampus menekankan kesiapan lulusan menghadapi tantangan global. "Kami tidak hanya meluluskan mahasiswa, tetapi memastikan mereka siap menghadapi tantangan global," katanya.
"Fokus utama kami adalah sektor energi dan transisinya," ujarnya. Ia mengakui ITPLN berada pada fase krusial memperkuat posisi sebagai kampus energi.
Adaptasi terhadap perubahan zaman menjadi kunci utama pengembangan institusi. "ITPLN tidak ingin menjadi kampus biasa, tetapi fokus pada transisi energi," ujarnya.
"Kampus harus mampu menjawab tantangan energi masa depan," katanya. Perubahan global menuju energi berkelanjutan menuntut kompetensi baru dari lulusan.
Digitalisasi, otomatisasi, dan robotisasi menjadi tantangan nyata pendidikan tinggi. "Jika pendidikan dilakukan biasa saja, kita akan tertinggal, terutama dalam menghadapi transisi energi global," katanya.
Ia menilai bimbingan teknis akreditasi menjadi langkah strategis peningkatan mutu kampus. Mutu harus menjadi bagian dari identitas institusi.
"Mutu bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi DNA ITPLN," ucapnya. "Ini menjadi fondasi pengembangan kampus ke depan."
Iwa berharap kolaborasi dengan LLDIKTI menjadi peta jalan peningkatan kualitas institusi. Instrumen akreditasi diharapkan sesuai standar terbaru.
Per April 2026, akreditasi prodi ITPLN menunjukkan variasi capaian. Sebanyak 1 prodi unggul, 5 baik sekali, 11 baik, dan 1 belum terakreditasi.
"Ada lima prodi akan habis masa akreditasinya dalam enam bulan," ujarnya. "Ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi ITPLN."
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....