Memaksimalkan Fitur Smart Charging pada Smartphone Kita

  • 04 Mei 2026 14:31 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Di era ponsel pintar yang selalu menemani keseharian, kesehatan baterai seringkali menjadi kekhawatiran utama para pengguna. Setiap hari, baterai mengisi dan mengosongkan dayanya, dan kebiasaan mengisi daya yang kurang tepat dapat mempercepat penurunan kapasitasnya dalam hitungan bulan.

Untungnya, teknologi modern telah menghadirkan fitur cerdas yang disebut smart charging untuk melindungi baterai dari keausan yang seharusnya bisa dihindari. Smart charging adalah sistem pengisian daya yang tidak sekadar mengalirkan listrik begitu saja ke dalam baterai.

Sistem ini memantau kondisi baterai secara real-time, termasuk suhu dan kapasitas yang tersisa, lalu mengatur proses pengisian secara otomatis agar lebih efisien dan ramah terhadap usia baterai jangka panjang. Berbeda dengan charger konvensional yang terus mengalirkan daya hingga 100 persen, smart charging mampu "berpikir" menyesuaikan dengan pola pemakaian harian penggunanya.

Berdasarkan penjelasan dari laman gtn-mobile.com, fitur ini bekerja dengan mempelajari kebiasaan pengisian daya pengguna dari waktu ke waktu. Ketika sistem mendeteksi bahwa pengguna cenderung mengisi daya dalam jangka waktu lama, seperti saat tidur malam, smart charging akan menjeda pengisian saat baterai mencapai level tertentu, biasanya sekitar 80 persen .

Sistem kemudian akan melanjutkan pengisian hingga 100 persen tepat sebelum pengguna diperkirakan akan melepas charger, misalnya menjelang waktu bangun tidur.

Mengapa angka 80 persen menjadi batas ideal dalam smart charging? Hal ini berkaitan dengan karakteristik baterai lithium-ion yang digunakan di hampir semua ponsel pintar modern. Baterai jenis ini paling cepat mengalami keausan justru di fase pengisian antara 80 hingga 100 persen.

Dengan menunda pengisian di fase kritis ini hingga benar-benar diperlukan, laju penurunan kapasitas baterai dapat diperlambat secara signifikan. Selain mengatur batas pengisian atas, menjaga baterai agar tidak terkuras habis juga sama pentingnya dalam memaksimalkan fitur smart charging.

Para ahli baterai merekomendasikan untuk menghindari pengosongan baterai di bawah 20 persen sesering mungkin. Kebiasaan mengisi daya saat baterai masih berada di kisaran 20 hingga 80 persen, yang dikenal sebagai aturan 80/20, merupakan pola terbaik untuk memperpanjang siklus hidup baterai lithium-ion.

Cara mengaktifkan dan memaksimalkan fitur smart charging cukup mudah dilakukan melalui menu pengaturan ponsel. Biasanya fitur ini dapat ditemukan di menu baterai dengan nama seperti "Optimized Charging", "Smart Charging", atau "Battery Health Charging" tergantung pada antarmuka sistem operasi yang digunakan. Pengguna disarankan untuk memastikan fitur ini dalam keadaan aktif, karena secara default fitur cerdas ini memang sudah diaktifkan oleh pabrikan untuk melindungi baterai sejak awal pemakaian.

Pengecualian terhadap pola pengisian 80 persen perlu dilakukan saat pengguna akan berpergian jauh atau berada dalam situasi di mana akses ke colokan listrik terbatas. Dalam kondisi seperti itu, pengguna dapat sementara menonaktifkan fitur smart charging agar baterai dapat terisi penuh hingga 100 persen. Namun, setelah kebutuhan mendesak tersebut selesai, fitur cerdas sebaiknya segera diaktifkan kembali untuk menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang.

Fitur lain yang tak kalah penting adalah battery health charging atau mode perawatan baterai yang tersedia pada beberapa perangkat. Mode ini memungkinkan pengguna untuk membatasi pengisian daya pada level tertentu, seperti 60 persen atau 80 persen, terutama bagi mereka yang sering menggunakan perangkat dalam keadaan terhubung ke charger dalam waktu yang sangat lama. Dengan memahami dan memaksimalkan fitur-fitur cerdas ini, pengguna dapat menikmati ponsel pintarnya lebih lama tanpa harus khawatir mengganti baterai lebih cepat dari seharusnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....