Mengenal “Vibe Coding”, Cara Baru Membuat Program dengan Bantuan AI
- 01 Mei 2026 19:46 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Dunia teknologi kini mengenal istilah baru bernama “vibe coding”, yakni metode membuat program komputer dengan bantuan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Metode ini memungkinkan seseorang membuat aplikasi hanya dengan memberikan instruksi menggunakan bahasa sehari-hari tanpa harus menulis kode secara manual.
Dilansir dari Business Insider, istilah “vibe coding” pertama kali diperkenalkan mantan pimpinan AI Tesla sekaligus pendiri OpenAI, Andrej Karpathy, pada Februari 2025. Ia menggambarkan vibe coding sebagai cara membuat program dengan “mengikuti alur” menggunakan AI, bahkan terkadang tanpa memahami seluruh kode yang dihasilkan AI tersebut.
Dalam praktiknya, pengguna cukup mengetik perintah seperti “buat aplikasi catatan sederhana” atau “buat situs penjualan online”, lalu AI akan menyusun kode program secara otomatis. Teknologi ini banyak memanfaatkan model AI generatif seperti ChatGPT, Claude, hingga GitHub Copilot.
Dilansir dari Tom's Guide, vibe coding dinilai membuka peluang bagi masyarakat umum yang tidak memiliki latar belakang pemrograman untuk ikut membuat aplikasi digital. Bahkan, anak-anak, pelajar, hingga pensiunan mulai mencoba membuat gim dan aplikasi sederhana hanya dengan berbicara atau mengetik instruksi kepada AI.
Popularitas istilah ini berkembang sangat cepat sepanjang 2025. Collins Dictionary bahkan menetapkan “vibe coding” sebagai Word of The Year 2025 karena dianggap mewakili perubahan besar dalam dunia teknologi dan komunikasi digital.
Meski terdengar praktis, para ahli mengingatkan bahwa vibe coding juga memiliki risiko. Dilansir dari Business Insider, Andrej Karpathy menilai kode yang dihasilkan AI masih sering “berantakan”, berulang, dan berpotensi menimbulkan celah keamanan jika tidak diperiksa manusia. Karena itu, kemampuan memahami logika program tetap dianggap penting meskipun AI sudah mampu membantu proses pembuatan kode.
Sejumlah peneliti juga menyebut vibe coding bukan berarti menggantikan peran programmer sepenuhnya. Pengguna tetap perlu melakukan pengecekan, pengujian, dan penyempurnaan agar aplikasi yang dibuat benar-benar aman dan dapat digunakan dengan baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....