Pakar Transportasi: Perlintasan Sebidang Picu Risiko Kecelakaan Kereta
- 29 Apr 2026 23:13 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Perlintasan kereta api sebidang di Indonesia masih berisiko meningkatkan kecelakaan. Pakar transportasi ITS Prof Ir Hera Widyastuti ikut mengomentari tragedi dekat Stasiun Bekasi Timur yang menelan korban jiwa.
Menanggapi hal itu, Hera Widyastuti menekankan solusi teknis. “Perlintasan tidak sebidang paling efektif mengeliminasi risiko kecelakaan,” ujarnya, Rabu, 29 April 2026.
Dosen Teknik Sipil ITS ini menjelaskan kelemahan geometrik perlintasan sebidang. Rel umumnya lebih tinggi dari jalan, sehingga kendaraan harus menanjak saat melintas.
Kondisi tersebut sering memicu kesalahan teknis pengemudi saat melintas. “Kepanikan saat menanjak membuat pengendara salah pindah gigi,” katanya.
Ia menambahkan risiko mesin mati tepat di atas rel cukup tinggi. “Hal itu berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal dengan kereta yang melaju,” katanya.
Selain itu, Hera menyoroti ketergantungan pada kepatuhan manusia dan palang pintu. “Kereta bisa melaju 110 kilometer per jam dan tidak berhenti mendadak,” ujarnya.
Menurutnya, perlintasan sebidang akan selalu menjadi titik rawan kecelakaan. “Selama ada pertemuan langsung kendaraan dan kereta, risiko tetap tinggi," ucapnya.
Sebagai solusi, Hera mendorong pembangunan perlintasan tidak sebidang secara masif. “Infrastruktur ini memutus pertemuan kendaraan dan kereta secara total,” katanya.
Di Surabaya, urgensi meningkat seiring rencana Surabaya Regional Railways Line. “Perlintasan tidak sebidang penting untuk menjaga keselamatan mobilitas masyarakat," ujarnya.
Upaya ini juga selaras dengan target pembangunan berkelanjutan global. “Langkah ini mendukung infrastruktur aman dan kota berkelanjutan,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....