Akademisi ITPLN Sulap Ampas Tebu Jadi Peremaja Aspal

  • 20 Apr 2026 21:27 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kebutuhan aspal nasional terus meningkat di tengah ketergantungan impor. Kondisi ini mendorong akademisi Institut Teknologi LN (ITPLN), Ir. Indah Handayasari, ST., MT., menghadirkan solusi alternatif ramah lingkungan.

Ia memanfaatkan ampas tebu sebagai bahan peremaja aspal. Disertasi berjudul pengembangan ampas tebu sebagai peremaja campuran laston menyoroti limbah biomassa.

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kinerja aspal daur ulang. Indah menjelaskan penggunaan Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) memang efisien secara material.

Namun, RAP memiliki kelemahan akibat penuaan aspal. “Aspal RAP cenderung mengalami penurunan kinerja. Diperlukan bahan peremaja untuk mengembalikan sifat aslinya,” ujar Indah, Senin, 20 April 2026.

Indah resmi lulus program doktor setelah menjalani ujian terbuka disertasi. Sidang berlangsung di Universitas Tarumanagara dengan tim penguji akademisi.

Penelitian dilakukan melalui uji laboratorium dengan variasi RAP 0 persen, 20 persen, dan 40 persen. Bio-aspal ampas tebu digunakan dengan kadar optimum 21 persen dan 25,5 persen.

Pengujian mencakup analisis kimia, reologi, dan ketahanan campuran aspal. Metode meliputi FTIR, DSR, Marshall Immersion, Wheel Tracking, dan Modulus Resilien.

Hasil penelitian menunjukkan bio-aspal ampas tebu memiliki struktur mirip aspal konvensional. Material ini mampu meningkatkan performa aspal RAP secara signifikan.

“Campuran RAP hingga 40 persen tetap memenuhi spesifikasi Bina Marga. Nilai Indeks Kekuatan Sisa mencapai 93,703 persen,” kata Indah.

Ketahanan deformasi campuran juga meningkat secara signifikan. Stabilitas dinamis campuran RAP 40 persen mencapai 7000 lintasan per milimeter.

Dari sisi kelelahan material, campuran RAP 20 persen bertahan hingga 100.000 siklus. Temuan ini menunjukkan peningkatan stabilitas termal dibanding campuran konvensional.

Menurut Indah, penelitian ini membuka peluang pemanfaatan limbah pertanian berkelanjutan. “Bio-aspal ampas tebu meningkatkan kinerja dan mendukung green infrastructure,” ujarnya.

Penelitian ini menjadi langkah strategis mengurangi ketergantungan aspal impor. Inovasi ini juga mendorong pemanfaatan sumber daya lokal untuk pembangunan jalan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....