Gubes ITPLN Soroti Peran AI di Teknologi Kelistrikan

  • 15 Apr 2026 10:05 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Guru Besar (Gubes) Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof. Dr. Indrianto, menegaskan kecerdasan buatan menjadi fondasi transformasi kelistrikan. Hal itu disampaikan dalam orasi ilmiah tentang transformasi teknologi kelistrikan berbasis AI.

Indrianto menyebut dunia berada dalam perubahan cepat akibat revolusi industri digital dan teknologi informasi. Perubahan ini berdampak besar pada sektor energi, khususnya kelistrikan sebagai tulang punggung kehidupan modern.

“Hampir seluruh aktivitas manusia bergantung pada listrik,” ujar Indrianto, Selasa, 14 April 2026. “Perubahan teknologi kelistrikan berdampak teknis, sosial, ekonomi, dan lingkungan."

Ia menjelaskan sistem kelistrikan modern menghadapi tantangan kompleks. Tantangan meliputi integrasi energi terbarukan, lonjakan kebutuhan, serta tuntutan efisiensi dan keandalan.

Menurutnya, pendekatan konvensional tidak lagi memadai menjawab persoalan tersebut. “Kecerdasan buatan menjadi solusi strategis dalam pengelolaan sistem kompleks,” katanya.

“Kecerdasan buatan bukan sekadar pelengkap, tetapi fondasi pengambilan keputusan berbasis data,” ujarnya.vAI memungkinkan pengelolaan sistem secara real-time dan lebih akurat.

Indrianto menambahkan integrasi AI mengubah sistem kelistrikan menjadi adaptif dan cerdas. Sistem mampu belajar dari data dan mengambil keputusan otomatis untuk kinerja optimal.

Ia menyoroti pergeseran menuju sistem kelistrikan cerdas atau smart power systems. Transformasi dipicu desentralisasi pembangkitan dan meningkatnya energi terbarukan.

“Listrik merupakan infrastruktur fundamental peradaban,” ujar Indrianto. “Kualitas peradaban diukur dari pengelolaan energi listrik."

Dalam implementasi, AI digunakan pada jaringan distribusi untuk pemantauan real-time. AI juga mengatur aliran daya dan mengoptimalkan operasi sistem.

Pada pembangkitan, AI memprediksi produksi energi terbarukan seperti surya dan angin. Teknologi ini meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem tenaga listrik.

AI juga mendorong pemeliharaan berbasis predictive maintenance. Teknologi ini memungkinkan deteksi dini dan prediksi kegagalan sistem.

Peran konsumen berubah menjadi prosumen dengan dukungan AI. Masyarakat dapat menjadi produsen sekaligus konsumen energi.

“Transformasi ini menuntut perubahan cara berpikir, riset, dan pendidikan," Indrianto. “AI harus dipahami sebagai paradigma keilmuan baru."

Ia menekankan pentingnya pengembangan teknologi berbasis keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. Pendekatan ini penting untuk memastikan manfaat teknologi bagi kemanusiaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....