Dosen IT PLN Kembangkan AI Fast Charging Mobil Listrik

  • 13 Apr 2026 20:08 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Dosen Institut Teknologi PLN, Dr. Samsurizal, resmi lulus program doktor di Universitas Negeri Malang. Ia mengembangkan metode optimasi pengisian cepat kendaraan listrik berbasis kecerdasan buatan.

“Salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan kendaraan listrik adalah mempercepat pengisian tanpa merusak baterai,” ujar Samsurizal, Senin, 13 April 2026. Ia menambahkan pengisian juga tidak boleh mengganggu jaringan listrik.

Dalam penelitiannya, Samsurizal menyoroti dilema teknologi fast charging berbasis DC. Teknologi ini mempercepat pengisian, namun berisiko meningkatkan suhu dan menurunkan kesehatan baterai.

Selain itu, fast charging juga dapat membebani jaringan listrik tegangan menengah 20 kV. Hal ini menjadi tantangan dalam pengembangan kendaraan listrik.

Ia juga mengkaji integrasi konsep Vehicle-to-Grid (V2G) dalam penelitiannya. Teknologi ini memungkinkan kendaraan listrik menyuplai listrik kembali ke jaringan.

“Kalau tidak dioptimalkan, fast charging bisa berdampak pada umur baterai dan kestabilan sistem listrik,” katanya. Pernyataan ini menegaskan pentingnya solusi inovatif.

Sebagai solusi, Samsurizal mengusulkan Thunderstorm Algorithm berbasis kecerdasan buatan. Metode ini terinspirasi dari fenomena badai petir.

Algoritma ini memiliki tiga tahap utama, yaitu cloud phase, streamer phase, dan avalanche phase. Setiap tahap berfungsi mengoptimalkan proses pengisian secara bertahap.

“Metode ini mencari titik optimal antara performa pengisian dan keamanan sistem,” ujar Samsurizal. Pendekatan ini menyeimbangkan kecepatan, suhu, dan stabilitas jaringan.

Samsurizal mempresentasikan disertasinya di Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Ia dinyatakan lulus setelah mempertahankan riset di hadapan tim penguji.

Riset ini dinilai strategis bagi pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Manfaatnya meliputi efisiensi pengisian, umur baterai, dan stabilitas jaringan.

Selain itu, penelitian ini membuka peluang integrasi kendaraan listrik dalam sistem smart grid. Hal ini penting dalam transisi menuju energi bersih.

“Dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, teknologi pengisian efisien menjadi kunci energi berkelanjutan,” ujarnya. Ia berharap inovasi ini segera diimplementasikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....