Ayaneo Sebut Bisnis Handheld Gaming Windows Tidak akan Bertahan Lama

  • 06 Apr 2026 19:33 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Dunia handheld gaming Windows tengah diguncang kabar kurang sedap. Setelah sempat menjadi primadona di berbagai ajang teknologi, Ayaneo secara resmi menyatakan bahwa menjual perangkat flagship terbaru mereka, Ayaneo NEXT 2, kini sudah tidak lagi berkelanjutan atau no longer sustainable.

Dilansir dari laporan terbaru Windows Central, keputusan berat ini diambil menyusul lonjakan harga komponen inti yang meroket tajam dalam beberapa bulan terakhir. Masalah utama terletak pada kelangkaan dan kenaikan harga RAM serta penyimpanan SSD yang dipicu oleh tingginya permintaan industri AI global. Pihak Ayaneo menjelaskan bahwa biaya produksi saat ini telah membengkak hingga hampir dua kali lipat dari harga jual yang telah ditetapkan semula.

Dalam sebuah pembaruan resmi di platform Indiegogo yang juga dikutip oleh TweakTown, manajemen Ayaneo mengungkapkan bahwa meskipun mereka mencoba mempertahankan harga awal demi para pendukung setianya, kondisi pasar saat ini tidak memungkinkan mereka untuk terus merugi. Mereka menyatakan bahwa memaksakan penjualan dalam situasi ini hanya akan membahayakan kelangsungan jangka panjang merek tersebut.

CEO Ayaneo, Arthur Zhang, sebelumnya sempat memberikan sinyal dalam sebuah siaran langsung bahwa biaya untuk modul RAM LPDDR5X 128GB saja sudah menembus angka ribuan Euro akibat 'demam AI'. Hal ini membuat perangkat seperti NEXT 2 yang memiliki spesifikasi gahar dengan prosesor AMD Ryzen AI Max menjadi produk yang mustahil dijual dengan margin keuntungan yang sehat.

Sebagai dampaknya, Ayaneo telah menarik NEXT 2 dari semua saluran penjualan dan menangguhkan seluruh proses pre-order. Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa ini bukanlah akhir dari segalanya. Mereka berencana untuk memantau situasi pasar dan akan mempertimbangkan kembali peluncuran produk tersebut jika harga komponen kembali stabil di masa depan.

Fenomena ini menjadi pengingat keras bagi para pemain di industri teknologi bahwa kekuatan inovasi terkadang harus bertekuk lutut di hadapan realita rantai pasokan global. Apakah ini awal dari berakhirnya era handheld Windows super mewah? Kita tunggu saja perkembangannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....