Dosen Budaya: Nyepi dan Lebaran 2026 Cerminkan Toleransi

  • 19 Mar 2026 19:44 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Ada hal unik dalam perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026, yang berlangsung beriringan di Indonesia. Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, Dr Listiyono Santoso menyebut masyarakat Indonesia terbiasa hidup heterogen.

Listiyono, menyebut fenomena ini menarik karena mencerminkan nilai toleransi masyarakat. Keberagaman menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial bangsa Indonesia.

Ia menilai perbedaan sudah lama diterima sebagai realitas sosial. “Perayaan Nyepi dan Idulfitri berdekatan sudah biasa terjadi,” ujarnya, Kamis, 19 Maret 2026.

“Masyarakat Indonesia sejak awal hidup dengan beragam perbedaan,” katanya. Ia menjelaskan interaksi budaya menjadi faktor utama keharmonisan tersebut.

Perbedaan agama tidak menjadi masalah dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Jawa Timur itu mengajak memaknai kembali toleransi.

“Toleransi berarti sikap sabar, menahan diri, dan saling menghargai,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya ruang aman bagi setiap pemeluk agama.

“Negara menjamin kebebasan beribadah tanpa gangguan,” ucapnya.

Menurutnya, masyarakat Indonesia telah lama menerima perbedaan. Keberagaman membuat masyarakat terbiasa hidup berdampingan secara damai.

“Indonesia berbeda dengan negara Eropa dalam menyikapi perbedaan,” ujarnya.

Ia mengakui ada gangguan kecil dalam masyarakat, namun hal itu tidak merusak tradisi hidup rukun. “Masyarakat tumbuh alami dalam keberagaman yang ada,” katanya.

Dr Listiyono juga berpesan kepada generasi muda, dan mendorong generasi aktif dalam kegiatan lintas iman. “Generasi muda harus siap hidup dalam perbedaan, dan biaakan terlibat dalam kegiatan heterogen agar penerimaan semakin mudah," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....