Temui Menteri Pertanian, Rektor ITS Dukung Swasembada Pangan
- 15 Mar 2026 12:40 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Bambang Pramujati, menyatakan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Komitmen tersebut disampaikan setelah pertemuan sejumlah rektor perguruan tinggi negeri dengan Kementerian Pertanian RI.
Pertemuan tersebut melibatkan Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dalam kesempatan itu, sejumlah perguruan tinggi menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat kolaborasi riset dan inovasi.
Rektor ITS menjelaskan setiap kampus memiliki latar belakang keilmuan yang berbeda dalam mendukung program tersebut. Karena itu, kontribusi yang diberikan juga disesuaikan dengan kekuatan masing-masing perguruan tinggi.
“Ada beberapa rektor perguruan tinggi negeri di Indonesia yang bertemu dengan Menteri Pertanian, Kemendikti dan kepala BRIN. Kita tanda tangan MoU, tentunya dengan background kita masing-masing,” kata Bambang, Minggu, 15 Maret 2026.
Dalam kerja sama tersebut, ITS mendapat tantangan khusus untuk mengembangkan teknologi pertanian yang sesuai dengan karakteristik lahan tertentu. Salah satu fokusnya adalah pengembangan alat mekanisasi untuk lahan gambut.
“Kita menyampaikan, kita akan terlibat dalam pengembangan atau penyiapan swasembada pangan. ITS mendapatkan challenge dari Menteri Pertanian untuk menyiapkan traktor untuk tanah gambut,” ujarnya.
Bambang menilai langkah pemerintah menggandeng perguruan tinggi menjadi peluang besar untuk mengangkat hasil riset para dosen. Ia berharap penelitian yang selama ini dihasilkan di kampus dapat lebih banyak dimanfaatkan oleh dunia industri.
“Saya sangat apresiasi dengan apa yang dilakukan Menteri Pertanian. Kita ingin meningkatkan atau mengangkat hasil penelitian para dosen,” katanya.
Ia menambahkan, hilirisasi riset berpotensi melahirkan wirausaha baru dari lingkungan kampus. Hasil penelitian yang dipatenkan nantinya dapat diproduksi secara massal oleh industri.
“Sehingga nanti bisa tumbuh pengusaha baru dari kampus. Hasil penelitiannya bisa dipatenkan, kemudian diproduksi oleh industri yang dijanjikan oleh Menteri Pertanian,” ujarnya.
Selain pengembangan teknologi alat pertanian, ITS juga memiliki sejumlah produk riset di bidang pertanian yang telah dimanfaatkan secara luas. Beberapa di antaranya adalah varietas benih unggulan yang dikembangkan oleh para peneliti kampus.
“Kemudian alat-alat yang dihasilkan itu bisa digunakan di sektor pertanian. Kita dari ITS juga memiliki produk unggulan seperti benih padi, benih jagung dan sebagainya, dan ternyata sudah banyak digunakan di Kementerian Pertanian,” ucap Bambang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....