Arman Nasution: Potensi Perang Iran–AS Picu Kenaikan Harga Minyak

  • 01 Mar 2026 13:57 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Pecahnya perang antara Iran dan Amerika Serikat yang didukung Israel diperkirakan berpotensi besar pada ekonomi global. Kepala Pusat Studi Pengembangan Industri dan Kebijakan Publik ITS, Arman Hakim Nasution, memprediksi kenaikan harga minyak dunia akibat terganggunya jalur distribusi energi.

Arman Hakim Nasution menyebut kenaikan harga minyak berpotensi terjadi jika Selat Hormus ditutup. Penutupan jalur strategis tersebut akan mengganggu distribusi minyak dunia.

“Efek dari pecahnya perang Iran dan Amerika Serikat akan menyebabkan harga minyak dunia naik. Kenaikan terjadi karena Selat Hormus kemungkinan ditutup," katanya, Minggu, 1 Maret 2026

Menurut Arman, sekitar 20 hingga 30 persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormus. Gangguan distribusi akan berdampak langsung pada beban subsidi energi pemerintah.

“Pasokan minyak dunia 20 sampai 30 persen melewati Selat Hormus. Dampaknya, subsidi pemerintah akan terasa semakin berat," ujarnya.

Ia menilai kenaikan harga minyak juga dapat berdampak pada program-program sosial pemerintah. Salah satunya adalah kemungkinan terganggunya program prioritas nasional.

“Bahkan ada yang memprediksi program Makan Bergizi Gratis bisa dihentikan. Alasannya karena tekanan anggaran akibat kenaikan harga minyak," ujarnya.

Arman menjelaskan penutupan Selat Hormus akan memaksa kapal pengangkut minyak mengambil rute lebih jauh. Kondisi tersebut akan meningkatkan biaya transportasi energi global.

“Harga minyak dipastikan naik jika Selat Hormus ditutup. Kapal harus memutar sehingga biaya transportasi meningkat," ujarnya.

Ia menambahkan kenaikan biaya distribusi energi akan berdampak luas pada harga barang. Kenaikan harga minyak biasanya diikuti peningkatan harga berbagai kebutuhan.

“Kalau biaya transportasi naik, harga lainnya juga naik. Dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....