Wamendiktisaintek: KIP Kuliah Perluas Akses Pendidikan Tinggi
- 09 Feb 2026 20:40 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah menjadi upaya pemerintah membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu. Pernyataan ini disampaikan Wamendiktisaintek, Prof Dr Fauzan MPd, Senin, 9 Februari 2026.
Pemerintah mendorong lulusan SMA sederajat memperoleh bantuan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Program ini diharapkan memperluas kesempatan kuliah bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu.
| Baca juga: ITS Terima 2.468 Mahasiswa Baru Jalur SNBT |
"Kalau akses, salah satu yang didorong melalui KIP Kuliah untuk keluarga miskin. Saya kira UNAIR sudah sangat baik menerapkan kebijakan kuota 20 persen," ujar Wamendiktisaintek.
Fauzan menjelaskan skema bantuan pendidikan memiliki mekanisme berbeda pada setiap perguruan tinggi. "Kita dorong agar anak-anak setelah SMA dapat melanjutkan kuliah," katanya.
| Baca juga: Unesa Umumkan 8.292 Mahasiswa Lolos SNBT |
Wamendiktisaintek menyoroti tingkat partisipasi pendidikan tinggi masyarakat Indonesia yang masih tergolong rendah. Menurutnya, persoalan akses menjadi hambatan utama terutama bagi kelompok ekonomi kurang mampu.
Fauzan menyebut angka partisipasi pendidikan tinggi nasional masih sekitar 32 persen. Angka tersebut dinilai masih tertinggal dibandingkan beberapa negara di kawasan Asia Tenggara.
“Perguruan tinggi adalah penyangga kuat lahirnya peradaban bangsa. Oleh karena itu, apabila perguruan tinggi berada dalam kondisi yang baik dan unggul, Insya Allah peradaban bangsa ini jg akan menjadi unggul,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....