ICoSPACS 2025, Untag Surabaya Tuan Rumah Forum FISIP
- 31 Jul 2025 06:26 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menjadi tuan rumah The Fourth International Conference on Social, Politics, Administration and Communication Sciences (ICoSPACS 2025). Acara bergengsi ini diselenggarakan Forum Komunikasi Dekan FISIP dan Ketua STISIP (FK-DISIP) Indonesia, Selasa (30/7/2025), di Gedung Graha Wiyata Untag Surabaya.
Konferensi mengusung tema “Nationalism Beyond Borders: Navigating Challenges of the Digital Era in Social and Political Sciences” dan diikuti 56 peserta dari 41 perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia. Sebanyak 96 paper dipresentasikan, terdiri dari 58 secara daring dan 38 luring.
Staf Ahli Wali Kota Surabaya Bidang Pembangunan Ekonomi, Dr. Agus Imam Sonhaji, mengapresiasi peran dunia akademik yang turut mendorong dinamika kota melalui forum ilmiah.
“Kekuatan kota tidak hanya dari infrastruktur, tetapi juga dari kekuatan ide dan jejaring seperti yang dibangun dalam forum ini,” tegasnya. Ia juga menilai, hasil riset yang dipresentasikan dapat memperkaya perspektif Pemkot dalam mengambil kebijakan ke depan.
Wakil Ketua Umum FK-DISIP Indonesia, Drs. Denny Ramadhany, menyebut konferensi ini sebagai ruang strategis memperbarui wawasan akademik di tengah perubahan global.
“ICoSPACS ini sangat penting bagi kesinambungan organisasi, apalagi perkembangan isu sosial, politik, dan komunikasi terus bergerak dinamis,” ujarnya.
Dekan FISIP Untag Surabaya, Dr. Ayun Maduwinarti, menyampaikan kebanggaan atas kepercayaan menjadi tuan rumah. “Kami merasa terhormat menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah dan dunia akademik. Tema yang diusung sangat relevan di tengah memudarnya batas geografis akibat derasnya arus informasi,” jelasnya.
Salah satu plenary speaker, Dr. Abdul Aziz dari Monash University Malaysia, menyoroti bagaimana diaspora Rohingya membangun kewarganegaraan transnasional melalui media sosial.
“Komunitas yang terpinggirkan memanfaatkan ruang digital untuk memperjuangkan identitas dan hak mereka dalam wacana global,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....