Kepiting Bakau, Penjaga Keseimbangan Ekosistem Mangrove
- 30 Okt 2024 01:15 WIB
- Surabaya
KBRN,Surabaya: Kepiting bakau, atau genus *Scylla*, memiliki peran krusial dalam ekosistem hutan mangrove. Hutan mangrove yang kaya akan keanekaragaman hayati berfungsi melindungi garis pantai dan sebagai tempat pemijahan berbagai jenis ikan.
Fajar, anggota Komunitas Tunas Hijau Surabaya, menjelaskan bahwa kepiting bakau berfungsi sebagai predator dalam rantai makanan. Mereka membantu mengendalikan populasi organisme lain, seperti moluska, yang dapat merusak vegetasi mangrove.
Dengan menjaga keseimbangan ini, kepiting bakau turut mempertahankan kesehatan hutan mangrove. "Hutan mangrove yang sehat memberikan perlindungan lebih baik bagi spesies ikan dan fauna lainnya," ujar Fajar kepada rri, Sabtu (2/11/2024).
Kepiting bakau juga berkontribusi pada penguraian bahan organik. Melalui aktivitas makan, mereka mendukung dekomposisi, yang penting untuk menyediakan nutrisi bagi tanaman mangrove.
Fajar menjelaskan bahwa tanpa kepiting bakau, ekosistem mangrove bisa terganggu. Kerusakan ini dapat berdampak luas pada lingkungan sekitar.
Selain peran ekologis, kepiting bakau memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat. Penangkapan kepiting ini menjadi sumber penghasilan bagi nelayan lokal, mendorong mereka menjaga kelestarian hutan mangrove.
Namun, keberadaan kepiting bakau dan hutan mangrove kini terancam. Penebangan liar, pencemaran, dan perubahan iklim menjadi faktor penyebab kerusakan habitat.
Fajar menekankan pentingnya upaya konservasi untuk melindungi kepiting bakau dan hutan mangrove. Bersama Komunitas Tunas Hijau, ia berkomitmen melakukan kampanye kesadaran lingkungan dan kegiatan reforestasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....