Hadiri Temu Nahdlatul Ulama Se-dunia ke-23, Sekjen OPOP Dorong Penguatan Ekonomi NU

  • 02 Jun 2026 09:58 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Makkah – Warga Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai negara mengikuti Silaturahmi dan Temu Nahdlatul Ulama Sedunia ke-23 di kawasan Raudhah, Sektor 502, Makkah, Arab Saudi, Senin, 1 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat jejaring warga NU di tingkat internasional.

Acara dihadiri Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Arab Saudi KH Ahmad Fahmi, Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim, MA, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH Ahmad Kafabihi Mahrus. Selain itu hadi pula Sekretaris Jenderal One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur Gus Ghofirin.

Dalam forum tersebut, peserta membahas sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan moderasi beragama, persatuan umat, hingga peran NU dalam menyebarkan nilai Islam rahmatan lil alamin di tingkat global. KH Ahmad Fahmi mengatakan warga NU yang berada di berbagai negara memiliki tanggung jawab menjaga nilai moderasi, mempererat persaudaraan, dan menjadi representasi Islam yang damai serta toleran.

“Forum ini bukan sekadar agenda silaturahmi, tetapi juga wadah untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman, dan membangun kerja sama yang memberikan manfaat bagi umat maupun bangsa,” kata KH Ahmad Fahmi.

Sementara itu, Gus Ghofirin menilai jejaring Nahdliyin di berbagai negara dapat menjadi modal penting dalam memperluas kerja sama ekonomi umat. Termasuk membuka akses pasar bagi produk pesantren dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

“Forum Silaturahmi dan Temu NU Sedunia ini menunjukkan bahwa kekuatan Nahdliyin tidak hanya pada aspek keagamaan, tetapi juga kemampuan membangun jejaring yang produktif. Semangat ini sejalan dengan pengembangan ekonomi berbasis pesantren dan masyarakat,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 2 Juni 2026.

Menurutnya, OPOP Jawa Timur terus mengembangkan program pemberdayaan melalui tiga pilar, yakni Pesantrenpreneur, Santripreneur, dan Sosiopreneur. Ia berharap sinergi dengan warga NU di tingkat internasional dapat memperkuat ekosistem ekonomi umat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....