Wabup Gresik: Penanggulangan HIV/AIDS di Gresik Perlu Kolaborasi
- 06 Okt 2026 12:17 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Gresik - Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meminta penanggulangan HIV/AIDS di daerahnya dilakukan secara bersama dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, keluarga, dan berbagai sektor terkait. Dukungan terhadap orang dengan HIV/AIDS juga dinilai penting untuk mencegah stigma dan diskriminasi.
Hal itu disampaikan Asluchul Alif saat membuka Sosialisasi HIV/AIDS dan Pengenalan Warga Peduli AIDS (WPA) tingkat kecamatan se-Kabupaten Gresik di Ruang Retno Suwari, Kantor Bupati Gresik, Selasa, 6 Oktober 2026. Menurut Alif, penanganan HIV/AIDS tidak cukup hanya mengandalkan sektor kesehatan. Lingkungan sosial juga memiliki peran penting, terutama dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang hidup dengan HIV/AIDS agar tetap memperoleh hak atas layanan kesehatan dan dapat menjalani kehidupan secara baik.
"Yang terpenting adalah bagaimana kita memberikan dukungan kepada masyarakat yang hidup dengan HIV/AIDS agar mereka tetap mendapatkan hak untuk hidup sehat dan mendapatkan layanan kesehatan," kata Alif, melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 6 Oktober 2026.
Ia menilai stigma negatif terhadap orang dengan HIV/AIDS justru dapat menghambat upaya penanggulangan. Salah satunya membuat seseorang enggan mengakses layanan kesehatan maupun terbuka mengenai kondisi yang dialaminya.
Karena itu, Alif meminta informasi mengenai HIV/AIDS disampaikan secara benar dan mudah dipahami masyarakat. Menurutnya, pemahaman yang baik diperlukan agar pencegahan penularan dapat dilakukan bersama sekaligus menghindari kesalahpahaman.
"Kolaborasi dan koordinasi harus terus kita perkuat. Informasi mengenai HIV/AIDS harus disampaikan secara benar dan mudah dipahami masyarakat," ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat membangun lingkungan yang lebih peduli terhadap orang dengan HIV/AIDS. Pendekatan yang humanis dinilai penting agar upaya penanggulangan dapat berjalan mulai dari tingkat paling dasar.
Sosialisasi yang digelar Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Gresik tersebut diikuti Ketua Tim Penggerak PKK dari 16 kecamatan. Peserta mendapat pemahaman mengenai HIV/AIDS, termasuk pencegahan, penanganan, serta peran masyarakat melalui program Warga Peduli AIDS.
Kepala Sekretariat KPA Kabupaten Gresik Nur Chakim mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyamakan persepsi berbagai pihak dalam penanganan HIV/AIDS di Kabupaten Gresik. "Penanggulangan HIV/AIDS membutuhkan keterlibatan dan kepedulian dari berbagai unsur di masyarakat," kata Nur Chakim.
Ia berharap peserta sosialisasi dapat ikut menyebarluaskan informasi yang benar mengenai HIV/AIDS di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, peran masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi.
Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pencegahan penularan HIV/AIDS oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Puspita Wardani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....