Bulak Banteng Masuk 12 Besar Desa Cantik Nasional

  • 29 Sep 2026 10:06 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Kelurahan Bulak Banteng masuk 12 besar Desa/Kelurahan Terbaik Nasional Desa Cantik 2026.
  • Ground check door to door memastikan data warga sesuai kondisi faktual dan menjadi dasar intervensi.
  • BPS menilai Desa Cantik dari aspek tata kelola, kapasitas statistik, dan manajemen data.

RRI.CO.ID, Surabaya - Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, masuk 12 besar Desa/Kelurahan Terbaik Nasional program Desa Cinta Statistik atau Desa Cantik 2026. Capaian itu tidak lepas dari inovasi ground check untuk memastikan data warga sesuai kondisi faktual di lapangan. Penghargaan diserahkan di Jakarta, 26 September 2026, dalam rangkaian Anugerah Hari Statistik Nasional 2026.

Lurah Bulak Banteng Mat Lilla mengatakan, ground check dilakukan untuk memverifikasi dan memvalidasi data masyarakat, terutama warga dalam kelompok desil 1 dan 2. Petugas turun langsung mendatangi rumah warga secara door to door untuk memastikan kondisi sosial ekonomi sekaligus menentukan intervensi yang sesuai.

“Intinya adalah data. Kalau datanya berkualitas, intervensi kepada masyarakat juga akan lebih tepat sasaran,” kata Mat Lilla, Senin, 28 September 2026.

Hasil verifikasi digunakan untuk menentukan intervensi, termasuk penanganan Rumah Tidak Layak Huni atau Rutilahu. Sebanyak 26 kepala keluarga menjadi sasaran dan seluruhnya telah mendapat intervensi melalui kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat dengan pendekatan pentahelix.

Dukungan antara lain berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, Buddha Suci, serta perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. Metode serupa juga digunakan untuk mengidentifikasi anak berpotensi putus sekolah, pengangguran, dan lansia tunggal.

“Untuk pengangguran, misalnya, warga diarahkan mendapatkan akses melalui program ASSik Surabaya maupun peluang pekerjaan dari pengembang dan sektor swasta yang memiliki usaha di sekitar Bulak Banteng,” ujarnya.

Bagi lansia tunggal, verifikasi dilakukan untuk memastikan warga lanjut usia yang tinggal seorang diri dan membutuhkan dukungan benar-benar masuk sasaran. Mat Lilla menegaskan kondisi sosial ekonomi warga bersifat dinamis sehingga data harus terus diperbarui.

“Data itu dinamis. Kondisi masyarakat bisa berubah karena berbagai faktor. Karena itu, pembaruan dan verifikasi harus terus dilakukan agar kebijakan dan intervensi pemerintah tetap sesuai dengan kondisi warga,” ujarnya.

Program Desa Cantik juga memperkuat ekosistem data melalui kolaborasi BPS, perangkat daerah, perguruan tinggi, mahasiswa, lembaga sosial, swasta, dan organisasi masyarakat. Kelurahan juga menggandeng NGO untuk menangani anak putus sekolah serta sektor swasta melalui program CSR.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi masyarakat. Bulak Banteng berada di kawasan pinggiran dan pesisir, tetapi ternyata mampu berprestasi hingga tingkat nasional,” kata Mat Lilla.

Ke depan, kelurahan akan memperkuat sistem informasi melalui pengembangan website, profil kelurahan, infografis, dan monografi. Informasi tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi dokumentasi, tetapi memudahkan masyarakat mengakses data kondisi dan potensi wilayah.

Kepala BPS Kota Surabaya Arrief Chandra Setiawan mengatakan, penilaian Desa Cantik mencakup tata kelola, kapasitas statistik, dan manajemen data. “Pada aspek manajemen data, indikator yang dinilai meliputi ketersediaan, kualitas, akses, pemutakhiran, dan kebermanfaatan data,” katanya.

Menurut Arrief, pendampingan Desa Cantik di Bulak Banteng telah berlangsung sejak Juni 2026. Ia berharap praktik baik tersebut dapat direplikasi kelurahan lain sesuai karakteristik wilayah, sehingga data semakin kuat dan benar-benar digunakan sebagai dasar perencanaan serta pengambilan keputusan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....