Kampung Pancasila Surabaya Mulai Berkompetisi September
- 18 Agt 2026 17:20 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Lomba Kampung Pancasila digelar September-Desember 2026.Seluruh RW di 153 kelurahan Surabaya menjadi peserta.
- Penilaian mencakup empat pilar: lingkungan, kemasyarakatan, ekonomi, sosial budaya. Dari 1.360 RW, disaring menjadi 500, lalu 200, hingga 165 besar.
- Pilar lingkungan dan ekonomi mendapat bobot penilaian terbesar. Self assessment aplikasi Sayang Warga menjadi bagian seleksi administrasi.
RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan Lomba Kampung Pancasila yang digelar September hingga Desember 2026. Kompetisi tersebut melibatkan seluruh RW di 153 kelurahan dengan penilaian berdasarkan empat pilar utama. Keempatnya meliputi lingkungan, kemasyarakatan, ekonomi, serta sosial budaya.
Ketua Satgas Kampung Pancasila sekaligus Kepala BPBD Kota Surabaya, Irvan Widyanto, mengatakan seluruh RW diimbau mengikuti kompetisi bersama seluruh RT di wilayahnya. "Jadi dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Surabaya menyelenggarakan terkait dengan rencana lomba Kampung Pancasila. Lomba Kampung Pancasila itu sendiri nanti tetap basis penilaiannya ada pada empat pilar," ujar Irvan, Selasa, 18 Agustus 2026.
Pada pilar lingkungan, penilaian antara lain mencakup pemilahan sampah dari sumbernya. Sementara pilar kemasyarakatan menilai keamanan lingkungan, jadwal keamanan, pemanfaatan CCTV, hingga upaya menciptakan kampung bebas curanmor.
Pilar ekonomi menilai kepedulian dan kemandirian ekonomi masyarakat, termasuk donasi warga serta perkembangan UMKM. Sedangkan sosial budaya mencakup kesehatan, pendidikan, dan perhatian terhadap anak putus sekolah.
"Artinya, di level RT dan RW bagaimana warga yang mampu bisa membantu warga yang kurang mampu, itu filosofinya, sampai pelaku UMKM dan lain sebagainya," terang Irvan.
Irvan menjelaskan, peluncuran lomba dijadwalkan September 2026, kemudian rangkaian kompetisi berlangsung hingga Desember. Pendaftaran dilakukan secara daring, dilanjutkan seleksi administrasi dan verifikasi lapangan.
Seleksi administrasi salah satunya menggunakan data self assessment pada aplikasi Sayang Warga. RT dan RW diminta memastikan pengisian data oleh Kader Surabaya Hebat (KSH) berjalan rutin dan sesuai kondisi wilayah.
"Jadi Pak RT dan Pak RW, harus mengecek pengisian di aplikasi Sayang Warga yang dilakukan oleh ibu-ibu KSH," pesannya.
Dari total 1.360 RW di Surabaya, verifikasi lapangan tahap pertama akan menyaring menjadi 500 RW terbaik. Selanjutnya, verifikasi tahap kedua menentukan 200 RW terbaik sebelum masuk proses penilaian menuju 165 besar.
Dari 200 RW tersebut, peserta dibagi menjadi kategori RW A untuk wilayah dengan lebih dari 10 RT dan RW B bagi wilayah kurang dari 10 RT. Penilaian dilakukan tim juri yang melibatkan perangkat daerah, akademisi, media, dan praktisi.
Irvan menegaskan, seluruh pilar tetap dinilai dan saling berkaitan. Namun, pilar lingkungan dan ekonomi mendapat bobot penilaian terbesar, terutama terkait pengelolaan sampah, geliat ekonomi warga, serta kepedulian sosial.
"Untuk penilaian terbesar di Kampung Pancasila ini tidak mengucilkan pilar-pilar yang lain, semuanya tetap saling mempengaruhi, tapi penilaian yang terbesar nanti berasal dari pilar lingkungan dan pilar ekonomi," terang Irvan.
Menjelang peluncuran lomba, Irvan mendorong perangkat daerah pengampu memberikan edukasi dan motivasi kepada RT serta RW. Langkah tersebut diharapkan membuat setiap wilayah dapat mempersiapkan diri sejak awal menghadapi kompetisi Kampung Pancasila.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....