Pemkab Gresik Perkuat Peran Perempuan Tekan Kemiskinan dan Stunting

  • 03 Jun 2026 07:14 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik memperluas jangkauan Program Bunda Puspa (Bantuan untuk Pemberdayaan Perempuan Usaha dan Pendidikan Anak) pada 2026. Program yang menjadi bagian dari Nawa Karsa Gresik Seger itu kini menyasar 80 desa di delapan kecamatan sebagai upaya mempercepat penurunan kemiskinan dan stunting.

Perluasan program tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, saat membuka pembekalan Tim Pelaksana Kegiatan Bunda Puspa di Kantor Bupati Gresik, Selasa, 2 Juni 2026. Menurutnya, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu strategi penting dalam pembangunan keluarga dan daerah.

Washil mengatakan Program Bunda Puspa dirancang untuk mendukung pengentasan kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia menilai perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan keluarga dan mendorong kesejahteraan di lingkungan sekitarnya.

“Program Bunda Puspa merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan keluarga maupun pembangunan daerah,” ujarnya, melalui keterangan tertulis, Rabu, 3 Juni 2026.

Ia menambahkan, keberhasilan program pemberdayaan perempuan akan berdampak langsung terhadap kemajuan desa dan kelurahan. Karena itu, tim pelaksana diminta mengoptimalkan pendampingan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Bunda Puspa menargetkan sejumlah capaian, mulai dari peningkatan pendapatan keluarga, pengurangan jumlah keluarga miskin, peningkatan kualitas pendidikan anak, hingga perbaikan gizi dan kesehatan keluarga. Program ini juga diarahkan untuk memperkuat kemandirian perempuan serta menumbuhkan jejaring sosial dan budaya gotong royong.

Selain pembinaan sosial, peserta mendapatkan pelatihan kewirausahaan, pengembangan usaha mikro, pendampingan pemasaran produk, hingga fasilitasi akses permodalan dan koperasi. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

Pemkab Gresik juga menggandeng perguruan tinggi dalam proses pendampingan. Tahun ini, program dijalankan bersama Universitas Ciputra Surabaya, dan ke depan kolaborasi direncanakan diperluas dengan melibatkan kampus-kampus di Gresik.

Sementara itu, Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik, Titik Ernawati, mengatakan Program Bunda Puspa telah berjalan sejak 2022. Selama empat tahun pelaksanaan, program tersebut menjangkau 24 desa dan pada tahun ini diperluas menjadi 80 desa agar lebih banyak perempuan dan keluarga memperoleh manfaat.

“Selama empat tahun pelaksanaan, Program Bunda Puspa baru menjangkau 24 desa. Tahun ini kami memperluas sasaran agar semakin banyak perempuan dan keluarga yang memperoleh manfaat dari program ini,” kata Titik.

Menurutnya, Bunda Puspa memiliki dua fokus utama, yakni pembelajaran umum dan pemberdayaan ekonomi. Materi yang diberikan mencakup ketahanan keluarga, perlindungan anak, peran perempuan dalam pembangunan desa, hingga pengembangan usaha sesuai potensi masing-masing peserta.

Melalui sinergi pemerintah daerah, pemerintah desa, organisasi perempuan, dunia usaha, dan perguruan tinggi, Pemkab Gresik berharap Program Bunda Puspa dapat memperkuat peran perempuan dalam pembangunan. Selain menekan angka kemiskinan dan stunting, program ini juga diharapkan berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta capaian pembangunan daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....