Kampung Pancasila Banjarsugihan Bidik Produksi Pelet Organik

  • 04 Mei 2026 14:25 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya — Kampung Pancasila RW 05 Kelurahan Banjarsugihan terus menunjukkan perkembangan dengan berbagai inovasi berbasis gotong royong. Terbaru, warga setempat membidik pengolahan sampah organik menjadi pelet pakan ternak sebagai upaya kemandirian ekonomi.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan pembangunan kota tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga karakter dan kebersamaan warga. “Kota ini dibangun bukan hanya karena paving atau menyelesaikan banjir, tapi bagaimana karakter gotong royong itu muncul,” ujarnya saat berdiskusi dengan warga, Minggu, 3 Mei 2026.

Ia mengapresiasi kekompakan warga yang dinilai berhasil mematahkan stigma kota besar yang individualis. “Di sini, saya melihat Pancasila tidak hanya diucapkan, tapi dijalankan. Warga bergerak membantu yang tidak mampu, keamanan dijaga sendiri, bahkan pengelolaan sampah dilakukan secara mandiri,” tambahnya.

Salah satu inovasi yang menonjol adalah transformasi lahan sampah menjadi kawasan wisata bernuansa Jepang yang mulai ramai sejak pandemi Covid-19. Ke depan, warga juga berencana mengembangkan produksi pelet dari sampah organik. Menanggapi hal itu, Eri menyatakan dukungan penuh. “Pemerintah akan support apa yang dibutuhkan, sehingga nantinya bisa menjadi kampung yang mandiri,” tegasnya.

Eri juga mendorong peran generasi muda untuk menggerakkan ekonomi kampung. “Saya ingin anak-anak muda ini yang menyuplai toko kelontong di sini. Kalau warga beli ke tetangga sendiri, ekonomi akan berputar di dalam kampung,” ujarnya.

Untuk memperkuat daya tarik wisata, pemuda setempat akan dilatih di bidang kuliner seperti ramen, dimsum, dan sushi, menyesuaikan konsep kawasan. Eri bahkan menargetkan Kampung Banjarsugihan menjadi contoh bagi 1.360 RW di Surabaya. “Jika ada yang bilang membangun kampung itu berat, lihatlah Banjarsugihan,” tandasnya.

Ketua Karang Taruna RW 05, Nawwar Rafiandi Putra, menyambut dukungan tersebut dengan optimisme. “Dengan adanya dukungan dari Pak Wali Kota, kami sangat excited. Kami akan menyusun dan mengajukan kembali proposal untuk bertani melon secara lebih profesional,” ujarnya.

Selain pertanian melon premium, pihaknya juga mengembangkan usaha ternak ayam petelur untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. “Kami melihat peluang besar di ternak ayam petelur. Hasilnya nanti bisa langsung diserap untuk kebutuhan warga maupun pasar lebih luas,” jelas Nawwar.

Ia berharap program pemberdayaan ini berkelanjutan. “Kami ingin menunjukkan bahwa Gen-Z di kampung kami bisa berkarya dan mandiri,” pungkasnya.

Ke depan, pengembangan Kampung Jelita (Jepang-Bali) juga akan didukung program podcast sebagai sarana promosi dan pemasaran UMKM melalui media sosial.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....