Pemkot Revitalisasi Pasar Tembok Dukuh, 189 Stan Disiapkan

  • 28 Apr 2026 12:35 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat revitalisasi pasar tradisional guna meningkatkan kualitas sarana perdagangan sekaligus perlindungan konsumen. Salah satu yang tengah dikerjakan adalah Pasar Tembok Dukuh di Jalan Kranggan No 120, yang ditinjau langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Selasa, 28 April 2026.

Revitalisasi ini mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 21 Tahun 2021 tentang Pembangunan dan Pengelolaan Sarana Perdagangan. Aturan tersebut mendorong pasar rakyat menjadi lebih tertata, bersih, dan memiliki daya saing.

Wali Kota Eri menegaskan, penataan dilakukan agar aktivitas perdagangan sesuai regulasi, termasuk larangan menjual barang hidup di dalam pasar. “Dalam ketentuan peraturan pemerintah dan peraturan menteri, telah diatur secara jelas jenis barang yang diperbolehkan untuk diperjualbelikan di pasar,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengelola pasar memiliki tanggung jawab melakukan penertiban jika ditemukan pelanggaran. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah persoalan hukum serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan pasar.

Melalui revitalisasi tersebut, kapasitas pasar juga ditingkatkan dari sekitar 135 stan menjadi 189 stan. Penambahan ini diharapkan mampu menampung pedagang yang sebelumnya berjualan di luar area pasar.

Selain penataan stan, Pemkot Surabaya turut memperbaiki infrastruktur pasar, seperti atap untuk pencahayaan alami dan sirkulasi udara. Upaya ini dilakukan agar pasar menjadi lebih terang, sejuk, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

Revitalisasi Pasar Tembok Dukuh ditargetkan rampung pada pertengahan Mei 2026. Setelah itu, pengelolaan kebersihan akan diperkuat melalui penugasan khusus petugas kebersihan oleh PD Pasar Surya.

Pada periode yang sama, Pemkot juga menargetkan revitalisasi sejumlah pasar lain, seperti Pasar Kembang, Pasar Babakan, Pasar Wonokromo, dan Pasar Simo Gunung.

Ke depan, setiap pasar akan menerapkan standar operasional prosedur, termasuk kewajiban pembersihan area usai aktivitas perdagangan serta pengelolaan limbah. Penataan ini juga diharapkan menghilangkan praktik pasar tumpah yang kerap memicu kemacetan di tepi jalan.

Direktur Utama PD Pasar Surya, Agus Priyo, menyebut penataan juga mencakup penyesuaian jenis dagangan. Ia mencontohkan, aktivitas pemotongan unggas di dalam pasar telah dihentikan dan dialihkan ke penjualan daging siap jual.

Menurutnya, para pedagang kini mulai menerima kebijakan tersebut setelah mendapatkan kepastian hak atas stan tetap diberikan. Dari total pedagang di luar pasar, sekitar 54 orang berpotensi diakomodasi masuk ke dalam area pasar.

Pemkot Surabaya menargetkan revitalisasi sekitar 15 pasar sepanjang 2026. Program ini akan dilanjutkan secara bertahap dengan fokus pada perbaikan infrastruktur dasar dan penataan ruang dagang agar lebih optimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....