Medical Tourism, Kota Surabaya Kenalkan 8 Rumah Sakit Dengan Layanan Unggulan
- 21 Apr 2026 14:27 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya resmi meluncurkan program medical tourism dan bakti sosial terintegrasi dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733. Program ini menjadi langkah strategis menjadikan Kota Pahlawan sebagai destinasi utama layanan kesehatan bagi wilayah Indonesia Timur hingga mancanegara.
Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan bahwa saat ini terdapat delapan rumah sakit di Surabaya yang telah mengantongi sertifikasi medical tourism dari Kementerian Kesehatan RI. Delapan rumah sakit tersebut masing-masing memiliki layanan unggulan, mulai dari penanganan jantung, terapi khusus, hingga kesehatan perempuan dan anak.
Rumah sakit yang tergabung dalam program ini antara lain RSUD Dr. Soetomo, RSUD Dr. Soewandhie, RS Universitas Airlangga, RS Husada Utama, RS Premier Surabaya, RS Siloam Surabaya, RS Ubaya, serta RS Katolik St. Vincentius a Paulo (RKZ).
Menurut Wali Kota Eri, konsep medical tourism yang diusung bukan sekadar promosi fasilitas kesehatan, melainkan ekosistem layanan terintegrasi. Pasien dari luar kota maupun luar negeri dapat memilih paket layanan lengkap yang mencakup penjemputan di bandara dengan ambulans, layanan medis di rumah sakit, hingga akomodasi hotel bagi keluarga.
Ia menegaskan, strategi ini bertujuan meyakinkan masyarakat agar tidak perlu lagi berobat ke luar negeri. Dengan dukungan dokter spesialis yang kompeten dan teknologi medis yang memadai, layanan kesehatan di Surabaya dinilai mampu bersaing dengan negara lain.
Pemkot Surabaya menargetkan kunjungan pasien medical tourism mencapai 500 hingga 1.000 orang dalam beberapa bulan ke depan. Untuk mencapai target tersebut, promosi akan digencarkan melalui berbagai moda transportasi publik, termasuk maskapai penerbangan internasional, kereta api, dan kapal laut.
Selain itu, Wali Kota Eri juga mendorong integrasi data rekam medis antar rumah sakit. Ia meminta Dinas Kesehatan bersama seluruh direktur rumah sakit membentuk sistem pemetaan penyakit berbasis data by name dan by address untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan warga.
Sebagai bentuk komitmen, Pemkot Surabaya juga akan menggelar bakti sosial terintegrasi setiap bulan di seluruh kelurahan. Program ini difokuskan pada deteksi dini penyakit seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol, terutama bagi warga dengan riwayat penyakit kronis.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, menjelaskan bahwa keunggulan program ini terletak pada paket layanan satu harga. Paket tersebut mencakup seluruh kebutuhan pasien sejak kedatangan hingga masa pemulihan, termasuk fasilitas wisata bagi keluarga yang mendampingi.
Menurutnya, mekanisme layanan cukup mudah karena pasien hanya perlu menghubungi rumah sakit atau biro perjalanan yang bekerja sama. Pengalaman menangani pasien dari wilayah Indonesia Timur seperti NTT dan Papua menjadi modal kuat dalam pengembangan program ini.
Ia menambahkan, dari sisi biaya, Surabaya memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan destinasi medis luar negeri seperti Malaysia dan Singapura. Dengan kualitas layanan yang sebanding, biaya pengobatan di Surabaya dapat lebih hemat hingga sekitar 25 persen.
Melalui program ini, Pemkot Surabaya berharap tidak hanya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata berbasis layanan kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....