Hemat BBM Pemkot Surabaya Percepat Transisi Kendaraan Listrik
- 14 Apr 2026 19:12 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjalankan kebijakan penghematan energi dengan mendorong penggunaan kendaraan listrik di lingkungan aparatur sipil negara (ASN). Selain menerapkan work from home (WFH), ASN juga diimbau menggunakan transportasi umum atau kendaraan listrik guna menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, Pemkot Surabaya melakukan lelang kendaraan operasional yang usianya telah melebihi tujuh tahun. Proses lelang telah berlangsung pada pekan kedua April 2026 sebagai langkah efisiensi sekaligus persiapan transisi ke kendaraan listrik.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, kendaraan yang dilelang akan digantikan dengan kendaraan listrik guna mendukung efisiensi energi dan menjaga kualitas lingkungan. “Makanya itu kita hari ini juga punya komitmen, 80 (unit) kendaraan juga kita lelang. Yaitu untuk kendaraan sepeda motor dan mobil yang belum terlelang,” kata Eri saat ditemui di rumah dinasnya, Selasa, 14 April 2026.
Ia menargetkan proses peralihan kendaraan operasional berbahan bakar minyak ke listrik dapat dimulai pada Mei 2026, dengan catatan seluruh proses lelang berjalan tuntas. “Kalau lelangnya sudah berhasil semua, maka di bulan Mei kita ganti dengan mobil listrik semuanya. Baik motor maupun mobil, nanti kita menggunakan (sistem) sewa,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Surabaya juga berkoordinasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk mempercepat proses lelang. “Saya kemarin juga ke KPKNL meminta supportnya untuk dipercepat, hasilnya ada, sehingga kami bisa menggunakan mobil listrik semuanya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya Wiwiek Widayati menyebutkan, total kendaraan operasional yang dilelang mencapai 85 unit, terdiri dari 70 unit roda empat (R4), 13 unit roda dua (R2), dan dua unit roda tiga (R3).
“Jadi kendaraan yang usianya tujuh tahun itu kami kaji ulang untuk kita lakukan penjualan (lelang). Artinya apa? Di situ kan ada upaya-upaya melakukan penghematan (energi) benar-benar dilakukan secara masif,” kata Wiwiek (8/4/2026).
Proses lelang dimulai sejak 13 April 2026 dan berlangsung hingga batas akhir penawaran pada 20 April 2026. Masyarakat yang ingin mengikuti lelang dapat mendaftar melalui situs resmi KPKNL di https://portal.lelang.go.id/ dan mengikuti seluruh prosedur yang berlaku.
Wiwiek menargetkan pendapatan dari hasil lelang kendaraan tahun ini mencapai Rp6,3 miliar. Selain itu, kebijakan ini diharapkan mampu menekan penggunaan BBM secara signifikan.
Ia menambahkan, langkah serupa telah dilakukan sejak 2024, ketika Pemkot Surabaya mulai melelang kendaraan operasional pejabat dan menggantinya dengan kendaraan listrik melalui sistem sewa.
“Kendaraan listrik itu kan juga sudah dilakukan ya, penghematan di posisi BBM. Kita menggunakan sistem sewa, artinya kami sudah melakukan efisiensi terhadap pemakaian BBM dan ada perbedaan yang signifikan terhadap penghematan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....