Menko Pangan: Pelabuhan Hijau dan Cerdas Dukung Efisiensi Logistik Pangan
- 15 Jul 2026 20:39 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Delapan pelabuhan mengikuti program Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026 yang digagas Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk meningkatkan efisiensi logistik dan ketahanan pangan nasional.
- Terminal TUKS PT Petrokimia Gresik meraih nilai asesmen tertinggi secara nasional, diikuti PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Krakatau Bandar Samudera.
- Program ini mengintegrasikan prinsip ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai standar pengelolaan pelabuhan berkelanjutan dengan mengacu pada Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023.
- Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan pelabuhan memiliki peran strategis dalam rantai distribusi pangan.
RRI.CO.ID, Gresik – Delapan pelabuhan mengikuti program Green and Smart Port Initiatives (GSPI) Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI) 2026 yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama IDSurvey Group. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan pelabuhan memiliki peran strategis dalam rantai distribusi pangan. Karena itu, penerapan konsep Green and Smart Port dinilai dapat meningkatkan efisiensi logistik sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Pelabuhan adalah simpul strategis distribusi pangan. Transformasi menuju Green and Smart Port akan membuat logistik semakin efisien, biaya lebih kompetitif, sekaligus menghadirkan pelabuhan yang lebih ramah lingkungan. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing dan ketahanan pangan nasional," kata Zulkifli Hasan di Gresik, Rabu, 15 Juli 2026.
Program ini bertujuan mendorong pengelolaan pelabuhan yang lebih efisien, terdigitalisasi, aman, serta ramah lingkungan untuk mendukung distribusi pangan nasional. Program GSPI ASRI 2026 dilaksanakan Kemenko Pangan bersama IDSurvey Group yang terdiri atas PT SUCOFINDO, PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), dan PT Surveyor Indonesia.
Asesmen dilakukan mengacu pada Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023 dengan mengintegrasikan prinsip ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah, sebagai standar pengelolaan pelabuhan berkelanjutan. Chief Executive Officer IDSurvey, Arisudono Soerono, menilai meningkatnya jumlah peserta menunjukkan semakin besarnya perhatian operator pelabuhan terhadap aspek keberlanjutan.

Menurutnya, hasil asesmen diharapkan menjadi acuan bagi pelabuhan untuk meningkatkan standar pelayanan dan pengelolaan lingkungan. Sementara itu, Direktur Utama PT SUCOFINDO, Sandry Pasambuna, mengatakan pihaknya akan terus mendukung implementasi Green and Smart Port melalui layanan pengujian, inspeksi, dan sertifikasi. Pendampingan tersebut diharapkan dapat memperkuat standar operasional pelabuhan sehingga mampu meningkatkan daya saing logistik nasional.
Pada pelaksanaan GSPI ASRI 2026, Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) PT Petrokimia Gresik memperoleh nilai asesmen tertinggi secara nasional. Dan pada acara ini, Posisi berikutnya ditempati PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Krakatau Bandar Samudera.
Penghargaan juga diberikan kepada PT Vale Indonesia, PT Pelindo Petikemas TPK Banjarmasin, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Intan, dan Terminal Petikemas Bitung. Usai penyerahan hasil asesmen, Menko Pangan bersama sejumlah menteri menyalurkan bantuan pangan kepada pengemudi ojek daring, nelayan, dan masyarakat sekitar.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi dengan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Petrokimia Gresik dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 perusahaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....