Menteri PPPA Berikan Trauma Healing Korban Ponpes Al-Khoziny
- 03 Okt 2025 06:21 WIB
- Surabaya
KBRN, Sidoarjo: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengunjungi posko pengungsian korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Kamis (2/10/2025) malam.
Didampingi Kepala Dinas Sosial Jawa Timur dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Arifah tiba di posko sekitar pukul 21.30 WIB. Dalam kesempatan tersebut, ia menyapa sekaligus berbincang dengan keluarga korban yang masih menunggu kabar santri-santri mereka, serta meninjau langsung dapur umum yang dikelola Tagana bersama relawan.
Arifah menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa pesantren tersebut. Ia menegaskan kehadirannya untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga korban yang terus berharap adanya kabar baik dari proses evakuasi.
"Kami turut prihatin atas peristiwa ini. Kami berupaya menguatkan keluarga-keluarga yang saat ini masih penuh harapan anaknya selamat. Mereka tidak ada yang mengeluh, hanya berharap ada mukjizat, meski sudah beberapa hari. Di situlah kami hadir untuk memberikan support," ucapnya kepada rri.co.id dilokasi.
Menteri PPPA juga menyalurkan bantuan spesifik untuk keluarga yang membawa balita dan perempuan pendamping di posko pengungsian. Ia menegaskan bahwa dukungan bukan hanya berupa logistik, tetapi juga pemulihan psikologis, terutama bagi santri yang mengalami trauma.
"Ke depan, anak-anak membutuhkan trauma healing agar tetap bersemangat melanjutkan pendidikan. Sebab hak anak adalah mendapatkan pendidikan di tempat yang aman dan nyaman," jelasnya.
Arifah turut mengapresiasi kerja keras berbagai pihak, mulai dari BNPB, Dinas Sosial, Dinas P3A, hingga Tagana yang terus bergotong royong di lapangan.
"Kerja yang sangat luar biasa, teman-teman yang ada di sini dari BNPB, Dinas Sosial, Dinas P3A, kemudian semua saya lihat saling bahu-membahu, terutama untuk yang masak, yaitu Tagana," ucapnya.
Menurutnya, musibah ini menjadi pelajaran berharga agar ke depan fasilitas pendidikan, termasuk pesantren, semakin memperhatikan aspek keamanan dan ramah anak.
"Dan di situlah kita mencoba menguatkan bahwa ini semua tidak ada yang menghendaki.
Usai melakukan peninjauan dan berdialog dengan keluarga korban, Menteri PPPA meninggalkan lokasi posko.
"Dan sesungguhnya dari pesantren juga sudah mencoba memberikan yang terbaik, hanya saja ini mungkin musibah yang kita tidak tahu, ya. Mudah-mudahan ini menjadi catatan penting untuk kita semua," tuturnya.