Menag: Santri Korban Runtuhan Ponpes Al-Khoziny Syahid
- 30 Sep 2025 20:35 WIB
- Surabaya
KBRN, Sidoarjo: Menteri Agama (Menag) KH Nasaruddin Umar meninjau langsung lokasi ambruknya gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (30/9/2025).
Menag Nazaruddin, tiba sekitar pukul 17.20 WIB dan disambut sejumlah pejabat, di antaranya perwakilan Kantor Kemenag Sidoarjo, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Kepala SAR Regional Surabaya, serta Kalaksa BPBD Jatim. Ia kemudian melihat kondisi bangunan musala yang runtuh.
Usai meninjau lokasi, Menag Nasaruddin menemui pengasuh Ponpes Al Khoziny, KH Abdus Salam, untuk menyampaikan empati sekaligus memastikan penanganan para santri korban reruntuhan berjalan maksimal. Menag juga mengunjungi keluarga korban di tempat pengungsian guna memberikan dukungan moral dan meminta semua pihak bergotong royong meringankan beban mereka.
"Kami sangat berduka atas musibah ini. Kementerian Agama akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar seluruh santri korban mendapat penanganan terbaik, termasuk dalam pemulihan sarana belajar," ujarnya kepada rri.co.id dilokasi.
Ia menambahkan, Kemenag akan melakukan evaluasi terhadap ketentuan pembangunan pondok pesantren, madrasah, maupun bangunan pendidikan lainnya, agar kejadian serupa tidak terulang.
"Tentu akan ada ketentuan khusus dalam pembangunan pesantren atau madrasah ke depan. Bahkan untuk pembangunan lain di negeri ini, sebaiknya mengikuti standar pemerintah agar lebih aman," tegasnya.
Terkait santri yang meninggal dunia, Menag menyebut mereka termasuk golongan mati syahid. Ia mengibaratkan para korban, yang masih anak-anak, sebagai “malaikat kecil” yang insya Allah akan menjemput orang tua mereka di pintu surga.
"insyaallah. Iya. Ini kan tujuannya niat. Apalagi anak-anak ini kan anak-anak yang istilahnya masih anak kecil, malaikat-malaikat kecil yang terkubur di bawah rongsokan tadi itu ya. Insyaallah mudah-mudahan menjemput kita nanti di pintu surga itu," tuturnya.
Kehadiran Menag di lokasi diharapkan menjadi penguat bagi keluarga korban dan pengasuh pondok yang tengah berduka. "Semoga keluarga para santri selalu diberikan ketabahan dan kesabaran," imbuhnya.
Hingga laporan ini disampaikan, total 102 korban berhasil dievakuasi tim SAR gabungan maupun secara mandiri. Dari jumlah tersebut, sementara 3 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya masih dirawat di rumah sakit. Kondisi korban yang masih terjebak hingga kini belum dapat dipastikan.