Sistem Baru Percepat Layanan, PPIH Pastikan Keberangkatan Lancar

  • 24 Apr 2026 19:09 WIB
  •  Surabaya

RRI. CO.ID, Surabaya - PPIH Embarkasi Surabaya telah memberangkatan sekitar 3.420 jemaah haji. Keberangkatan jemaah haji berlangsung lancar tanpa kendala berarti.

Hal ini disampaikan Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, As'adul Anam. Ia mengatakan seluruh jemaah dilaporkan berangkat tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan semuanya berangkat semua," katanya kepada awak media, Jumat, 24 April 2026.

Pihaknya menjelaskan, berbagai sistem pendukung seperti Nusuk dan Makarut telah berjalan optimal. Bahkan, distribusi barcode untuk identifikasi barang jemaah juga sudah dilakukan dengan baik.

“Nusuk sudah tersampaikan dan diadvokasi, kemudian Makarut juga sudah tersampaikan barcodenya, sehingga tas jemaah semuanya teridentifikasi keberadaannya,” lanjutnya.

Dari sisi ketepatan waktu, seluruh proses berjalan sesuai rencana. Meski sempat ada penyesuaian pada kloter pertama, hal tersebut tidak sampai mengganggu jadwal penerbangan.

“Alhamdulillah semua on time, hanya di kloter pertama agak lama karena penyesuaian sistem verifikasi yang baru,” jelasnya.

Sistem verifikasi yang kini menggunakan teknologi TAP terbukti mempercepat proses layanan. Jika sebelumnya memakan waktu lebih lama, kini verifikasi dapat dilakukan hanya dalam hitungan detik.

“Cepatnya nggak sampai 10 detik sudah selesai,” katanya.

Selain itu, pihak bandara juga melakukan sejumlah peningkatan fasilitas untuk menunjang kenyamanan jemaah. Mulai dari penambahan toilet, ruang tunggu, hingga fasilitas air minum dan pengisian daya ponsel.

“Kalau yang di atas penuh, ada pintu kedua dan ketiga, jadi kalau tiga kloter datang bersamaan tidak ada masalah,” ungkapnya.

Dari sisi kesehatan, seluruh jemaah dalam kondisi baik. Sempat ada satu jemaah yang mengalami gangguan kesehatan ringan, namun langsung ditangani dan tetap bisa berangkat.

“Datang merasa pusing, kemudian dibawa ke klinik dan Alhamdulillah bisa berangkat,” ujarnya.

Meski demikian, petugas masih menemukan sejumlah barang terlarang di koper kabin jemaah, terutama pada kloter awal.

“Masih ada puluhan, seperti korek api, gunting, dan pemotong kuku,” katanya.

Terkait konsumsi, jemaah juga diimbau untuk tidak membeli makanan dari luar demi menjaga standar kesehatan. Seluruh makanan yang disediakan telah melalui proses verifikasi dan pengawasan ketat dari pihak berwenang.

“Tidak boleh, karena makanan di sini sudah terverifikasi dan diawasi,” tegasnya.

Sementara itu, pengamanan di Asrama Haji juga diperketat sebagai langkah antisipasi. Evaluasi dilakukan setelah adanya kejadian jemaah keluar tanpa izin pada tahun sebelumnya.

“Kita perketat di pintu masuk dan keluar, supaya tidak terulang lagi," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....