Dari Jualan Cilok, Nenek 85 Tahun Berangkat Haji

  • 24 Apr 2026 10:41 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Mislicha Kasib (85), jemaah haji Kloter 10 asal Kota Pasuruan, menjadi salah satu calon haji tertua tahun ini. Ia mendaftar haji sejak 2017 setelah bertahun-tahun menabung dari hasil berjualan cilok.

Sehari-hari, Mislicha berjualan cilok di depan SMP 5 Pasuruan. Ia mulai berjualan sejak pukul 08.00 hingga sekitar pukul 13.00 WIB, dengan penghasilan rata-rata Rp50.000 hingga Rp60.000 per hari.

Dari penghasilan tersebut, ia menyisihkan uang sedikit demi sedikit untuk tabungan haji. Nominal yang ditabung pun tidak besar, berkisar Rp10.000 hingga Rp15.000 setiap hari, bahkan terkadang melalui arisan. “Ya, sedikit-sedikit,” ujarnya.

Ia membuat cilok sendiri sejak subuh sebelum berangkat berjualan. Meski usia sudah lanjut, aktivitas itu dijalani dengan konsisten selama bertahun-tahun.

Mislicha mengaku sangat bahagia akhirnya bisa mewujudkan impiannya berangkat ke Tanah Suci. Perasaan haru dan syukur menyertai keberangkatannya. “Senang,” katanya singkat.

Selama di Tanah Suci, ia berharap dapat mendoakan kesehatan anak-anaknya. Ia diketahui memiliki delapan anak, dengan dua di antaranya telah meninggal dunia. “Sehat anaknya,” ucapnya.

Dalam persiapan keberangkatan, Mislicha menjaga kondisi fisik dengan rutin berjalan kaki. Ia juga merasa senang bisa bertemu banyak teman baru selama berada di asrama haji. “Senang,” tuturnya.

Keberangkatan Mislicha menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan halangan untuk mewujudkan niat ibadah, selama dijalani dengan ketekunan dan kesabaran.

Sementara untuk kedatangan hari ini ke asrama haji adalah kloter 12, 13, 14 asal Kota Malang dan Kabupaten Malang dan

1 jamaah haji asal Kabupaten Sumenep.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....