Gelang Haji Jadi Identitas Penting Jemaah Embarkasi Surabaya
- 23 Apr 2026 14:31 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Di tengah jutaan jemaah dari seluruh dunia, detail kecil seperti gelang di pergelangan tangan justru punya peran besar. Pada musim haji 2026, gelang haji tidak sekadar aksesori, tetapi menjadi “penanda identitas cepat” yang sangat vital, terutama saat jemaah terpisah dari rombongan di tengah kepadatan Tanah Suci.
Gelang ini dirancang dengan data lengkap yang langsung terhubung dengan identitas jemaah. Di dalamnya tercantum nomor kloter, nomor paspor, nomor maktab, serta penanda tahun keberangkatan.
Selain itu, terdapat logo dan tulisan Kementerian Haji dan Umrah RI, tulisan “Indonesia” dalam aksara Arab, serta bendera Merah Putih lengkap dengan kode embarkasi jemaah haji. Karena selalu dikenakan selama menjalankan ibadah, gelang ini menjadi alat identifikasi paling cepat di lapangan.
Saat jemaah tersesat atau terpisah, petugas dapat segera melacak asal kloter dan data penting lainnya, sehingga proses pendampingan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat. Muhammad Ivan, salah satu pengrajin, menjelaskan bahwa proses produksi dilakukan dengan ketelitian tinggi.
“Di sini total ada sembilan pengrajin dari Jepara, Jawa Tengah, yang bekerja membuat gelang untuk dipakai para jemaah haji setelah mereka tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES),” katanya, Kamis, 23 April 2026.
Ia menambahkan, para pengrajin tersebut telah berpengalaman dalam produksi kerajinan berbahan lentur dan tahan lama, sehingga kualitas gelang tetap terjaga meski digunakan selama rangkaian ibadah di Tanah Suci. "Proses pengerjaan juga dilakukan secara teliti karena setiap gelang memuat data penting yang harus sesuai dengan identitas jemaah." ujarnya.
Setiap hari, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya mampu mencetak sekitar 1.520 hingga 1.900 gelang. Jumlah ini menyesuaikan dengan banyaknya kloter yang masuk ke asrama haji setiap harinya.
Proses pembuatan gelang berlangsung di lantai dua Gedung F2 Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Di ruangan tersebut, para pekerja tampak fokus mengerjakan setiap tahapan produksi, mulai dari pengolahan data hingga pencetakan fisik gelang.
Seluruh data jemaah diambil dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), sehingga akurasi informasi tetap terjaga. Pada hari ini, kloter 3, 4, 5, 6, dan 7 dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci. Sementara itu, kloter 8, 9, 10, dan 11 yang berasal dari Pasuruan, Malang, dan Mojokerto mulai masuk ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya untuk persiapan keberangkatan.
Tahun 2026, jumlah jemaah haji di Embarkasi Surabaya tercatat mencapai 44.087 orang. Rinciannya, sebanyak 43.623 jemaah dan 464 petugas kloter yang terbagi dalam 116 kelompok terbang.
Sebagai salah satu embarkasi terpadat di Indonesia, Embarkasi Surabaya tidak hanya melayani jemaah dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, tetapi juga dari Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini membuat setiap detail pelayanan—termasuk gelang haji—menjadi krusial dalam memastikan keamanan dan kelancaran ibadah seluruh jemaah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....