Muhadjir Effendy: Pemerintah Siaga Jaga Biaya Haji 2026

  • 18 Apr 2026 14:42 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Muhadjir Effendy, memastikan pemerintah terus menyiapkan langkah antisipatif agar penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 berjalan lancar di tengah berbagai tantangan global
  • Menurut Muhadjir, kenaikan harga avtur menyebabkan biaya operasional penerbangan haji meningkat cukup besar.
  • Pak Prabowo sudah meminta agar kenaikan biaya ini tidak dibebankan kepada jamaah. Pemerintah berupaya menanggung tambahan kebutuhan tersebut,
  • Muhadjir menyebut pemerintah telah menyiapkan dana cadangan sekitar Rp4 triliun hingga Rp5 triliun sebagai langkah antisipasi bila situasi global berkembang di luar perkiraan
  • pemerintah juga mewaspadai dampak konflik kawasan yang berpotensi memengaruhi jalur penerbangan menuju Arab Saudi

RRI.CO.ID, Surabaya - Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Muhadjir Effendy, memastikan pemerintah terus menyiapkan langkah antisipatif agar penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 berjalan lancar di tengah berbagai tantangan global, mulai dari kenaikan biaya penerbangan hingga potensi dampak konflik geopolitik internasional. Hal itu disampaikan Muhadjir saat menghadiri acara Halalbihalal Pimp nan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur 1447 H, Sabtu, 18 April 2026, di Aula K.H. Mas Mansyur.

Menurut Muhadjir, kenaikan harga avtur menyebabkan biaya operasional penerbangan haji meningkat cukup besar. Pemerintah memperkirakan tambahan kebutuhan anggaran mencapai Rp1,7 triliun untuk menutup kenaikan tersebut.

“Pak Prabowo sudah meminta agar kenaikan biaya ini tidak dibebankan kepada jamaah. Pemerintah berupaya menanggung tambahan kebutuhan tersebut,” ujar Muhadjir.

Dihadapan para kader dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) se-Jatim, menjelaskan, selain faktor avtur, pemerintah juga mewaspadai dampak konflik kawasan yang berpotensi memengaruhi jalur penerbangan menuju Arab Saudi. Jika kondisi memburuk, pemerintah telah menyiapkan skenario rute alternatif.

“Kalau situasi memaksa, rute penerbangan bisa dialihkan. Selama ini jalur normal, namun jika harus melalui Sri Lanka, India, dan Oman, maka ada tambahan waktu tempuh sekitar dua jam,” katanya.

Muhadjir menyebut pemerintah telah menyiapkan dana cadangan sekitar Rp4 triliun hingga Rp5 triliun sebagai langkah antisipasi bila situasi global berkembang di luar perkiraan. “Mudah-mudahan kondisi yang tidak kita harapkan itu tidak terjadi. Tetapi pemerintah harus tetap siap siaga,” ucapnya tegas.

Agar pelaksanaan ibdah haji tahun ini berjalan dengan baik, Ia mengajak masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah yang akan berhaji, untuk terus mendoakan agar pelaksanaan haji 2026 berjalan aman, lancar, dan tanpa hambatan besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....