Kisah Penjual Pentol dari Ngawi Naik Haji
- 01 Jul 2025 22:15 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Pasangan suami istri Sumino (50) dan Nur Hasanah (56) mengungkapkan rasa syukur tak terkira atas karunia yang Allah SWT yang telah mengizinkan mereka untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini.
Mereka berdua tergabung dalam kloter 54 asal Ngawi dan tiba di Asrama Haji Surabaya pada Sabtu (28/6) pukul 21.15 WIB. Melalui rilis PPIH Debarkasi Surabaya, Rabu, (2/7/2025), Sumino menceritakan ia dan istrinya sehari-hari berjualan pentol.
“Merupakan suatu anugrah yang luiar biasa, kami yang hanya penjual pentol ini dapat menjadi tamu Allah ke baitullah,” ungkap Sumino.
Sumino menceritakan jika waktu pagi, pentolnya dititipkan di sekolahan sedangkan pada malam hari, ia mangkal depan Kantor Polsek Jogorogo, Ngawi.
“Selepas shalat ashar hingga jam 12 atau jam 1 malam, saya, istri, dibantu anak-anak juga, berjualan di pinggir jalan, depan Polsek Jogorogo,” ujarnya.
Lebih lanjut Sumino memaparkan sejak awal membina rumah tangga dengan Nur Hasanah pada 2004, mereka berdua sepakat untuk berikhtiar mendaftar haji.
“Untuk mewujudkan mimpi tersebut, kami setiap hari rutin menabung di rumah, tidak tentu. Seringnya 10 ribu perhari. Kalau mampunya 5 ribu ya ribu. Kalau dapat rezeki banyak, ya banyak nabungnya,” katanya.
Uang tabungannya ketika terkumpul jumlah yang cukup banyak, mereka kembangkan dulu untuk menyewa sawah.
“Setelah pagi titip pentol di sekolah, kami ke mengerjakan sawah yang kami sewa,” ungkapnya
Ketika terkumpul 50 juta, mereka segera mendaftarkan diri untuk berhaji pada bulan Mei tahun 2012.
“Alhamdulillah setelah sempat tertunda karena pandemi COVID-19, kami tahun ini bisa berangkat,” ujarnya.
Baik Sumino maupun Nur Hasanah merasa bersyukur karena dapat melakukan prosesi ibadah haji dengan lancar.
Sumino berharap agar orang lain yang hidupnya pas-pasan seperti dirinya tidak berputus asa dan berusaha terus dapat menunaikan kewajiban rukun Islam kelima.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....