Kisah Tukang Pijat Surabaya, Berhaji dan Bantu Sesama

  • 16 Jun 2025 21:45 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Rochmad Munandar, jemaah haji kloter 16 asal Surabaya, tiba di Asrama Haji Sukolilo, Senin (16/6/2025) pukul 17.10 WIB, bersama sang istri, Yuli Khotimah. Pria berusia 56 tahun ini dikenal sebagai tukang pijat urut yang telah membuka praktik sejak 1998.

“Alhamdulillah, selama saya memijat saya hanya memasang tarif seikhlasnya. Hasilnya bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan menabung untuk haji,” ungkapnRochmad yang tinggal di Jalan Cumpat Kulon Makam, Kenjeran.

Ia mulai belajar memijat sejak duduk di bangku SMP dari sang kakek, dan aktif menerima pasien sejak SMA. Pada 2012, hasil tabungannya cukup untuk mendaftar haji bersama istrinya, yang dulunya seorang pengajar Bahasa Hongkong.

Selama di Tanah Suci, Rochmad tetap menyalurkan keahliannya. “Begitu tahu saya tukang pijat, banyak jemaah yang minta bantuan. Pernah pijat di Masjidil Haram sampai ke Tower Zam-Zam. Tapi tetap saya lakukan saat waktu luang, tidak mengganggu ibadah,” ujarnya.

Tak hanya jemaah biasa, Rochmad juga diminta memijat artis Arie Untung hingga Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kemenag RI, Muchlis Hanafi.

“Ada jemaah yang sakit 10 tahun dan belum sembuh meski berobat ke mana-mana. Alhamdulillah, setelah saya bantu, kondisinya membaik. Semua atas izin Allah SWT,” kisahnya.

Ia mengaku belum ingin pulang dari Tanah Suci karena pengalaman spiritual yang luar biasa. “Rasanya masih ingin di sana,” ujarnya.

Rochmad dan istrinya juga memanjatkan doa agar anak-anak mereka bisa menyusul ke Baitullah. “Semoga haji kami mabrur dan keluarga kami mendapat kesempatan yang sama,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....