Irjen Kemenag Turun Tangan Bantu Jemaah Haji Tersesat
- 09 Jun 2025 09:44 WIB
- Surabaya
KBRN, Makkah: Teriknya matahari Kota Makkah tak menghalangi semangat para petugas haji dalam menjalankan tugas. Mereka tetap siaga di titik-titik strategis seperti Mina dan Jamarat untuk membantu jemaah, sesuai arahan Kepala Satuan Operasional (Kasatops) Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Seiring kembalinya jemaah Nafar Awal dari Mina, jumlah pos penjagaan bertambah, termasuk di hotel-hotel jemaah di Makkah. Petugas pun berjibaku membantu jemaah yang baru tiba, termasuk Inspektur Jenderal Kemenag Khairunas.
Di tengah keramaian, Khairunas terlihat mengenakan seragam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bertuliskan “Inspektorat Jenderal Kemenag”. Ia berlari kecil menyeberangi jalan sambil menggendong seorang jemaah lanjut usia yang tampak lemah akibat stroke. Jemaah itu kebingungan karena diturunkan di hotel yang bukan tempatnya menginap.
“Saya sebenarnya dalam kondisi yang kurang fit juga, masih minum obat. Tapi saya tidak tega melihat jemaah tidak bisa jalan dan mau menyeberang jalan, habis diturunkan oleh bus dari Mina di hotel yang bukan tempat dia menginap,” ujarnya, di Makkah, Minggu (8/6/2025).
Selain memantau, Khairunas juga ikut terjun langsung membantu jemaah.
“Saya tetap memantau pergerakan jemaah haji, dengan harapan dapat terlayani dengan baik semuanya. Ini ikhtiar untuk memberikan kenyamanan dan ketenangan jemaah haji Indonesia,” ucapnya.
Khairunas mencatat tindakan syarikah yang menurunkan jemaah tanpa memperhatikan kondisi fisik dan lokasi pemondokan sebagai bentuk kelalaian serius.
“Ini menjadi catatan kinerja syarikah yang tidak memerdulikan kondisi jemaah haji saat menurunkan jemaah dari Mina,” ungkapnya dari kawasan Misfalah, Makkah.
Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan dapat menjadi bahan evaluasi bersama.
“Ke depan akan menjadi rekomendasi kami. Tindakan syarikah yang menurunkan jemaah tanpa memperhatikan kondisi fisik dan lokasi pemondokan sangat disayangkan. Ini akan kami jadikan bahan evaluasi terhadap syarikah yang tidak kooperatif dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi,” kata Khairunas, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....