Jamaah Haji Keluhkan Layanan Syarikah di Tanah Suci

  • 25 Mei 2025 16:42 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Jamaah haji yang saat ini berada di tanah suci mengeluhkan layanan berbasis syarikah. Seperti yang disampaikan Herman, salah satu jamaah haji asal Gresik Jawa Timur, Sabtu (24/5/2025).

Menurut Herman, ada beberapa jamaah haji pendamping yang tidak berada di hotel yang sama."Syarikah saya bernama MCDC. Nah, satu kloter 14 ini menjadi 14 hotel, jadi terpisah-pisah, dipecah menjadi 14 Hotel," kata Herman.

"Jadi, satu KBIH tidak bisa kumpul dalam satu hotel, terpisah-pisah, ini yang membingungkan. Kadang pendamping tidak bisa mendampingi, karena terpisah masalah syarikah, jadi satu Hotel tapi beda kamar."

Sementara itu, dikutip dari laman resmi Kementerian Agama Republik Indonesia, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bersama Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dan Syarikah bersepakat bahwa pasangan jamaah terpisah dapat bergabung dalam penempatan hotel di Makkah.

Ketua PPIH Arab Saudi Muchlis M Hanafi, Minggu (18/5/2025), mengatakan PPIH terus menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian haji Saudi dan Syarikah agar bisa menggabungkan kembali jamaah yang terpisah dalam satu hotel meski berbeda syarikah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....