Waspada Demensia, Lansia Perlu Pendampingan Khusus Saat Berhaji

  • 14 Mei 2025 15:07 WIB
  •  Surabaya

KBRN Surabaya: Musim haji 2025 kembali diwarnai keberangkatan jamaah lansia dari berbagai daerah di Indonesia. Pemerintah mengimbau agar lansia mendapatkan perhatian khusus, terutama terkait risiko demensia.

Kedep Psikiater FK Universitas Muhammadiyah Surabaya, KOMBES POL(P) DR. RONI SUBAGYO, SPKJ(K) saat dialog rri hari ini mengatakan Demensia adalah gangguan daya ingat yang kerap menyerang lansia secara bertahap. Kondisi ini dapat membahayakan keselamatan jamaah saat menjalankan ibadah haji.

Perubahan cuaca ekstrem, kelelahan, dan lingkungan baru dapat memicu kebingungan. Lansia berisiko tersesat atau mengalami disorientasi saat di Tanah Suci.

“Pentingnya skrining kesehatan sebelum keberangkatan haji. Terutama bagi lansia dengan riwayat gangguan daya ingat atau hipertensi,” ungkapnya, Rabu (14/5/2025).

Petugas haji diminta lebih waspada terhadap jamaah lansia yang menunjukkan gejala pelupa. Tindakan cepat diperlukan untuk mencegah kondisi makin memburuk.

Keluarga juga berperan dalam memastikan lansia siap secara mental dan fisik. Jamaah lansia sebaiknya selalu didampingi selama beraktivitas.

Penting bagi petugas kloter mengenali tanda awal demensia. Seperti kebingungan waktu, lupa tempat, dan perubahan perilaku mendadak.

“Tim medis haji telah dilatih untuk menangani kasus demensia ringan. Mereka juga siap melakukan rujukan bila diperlukan,” ucapnya.

Pemerintah menyiapkan fasilitas ramah lansia di beberapa titik layanan haji. Termasuk tempat istirahat, alat bantu, dan jalur prioritas.

Ia juga menambahkan Dengan persiapan yang baik, lansia tetap bisa menjalankan haji dengan tenang. Kunci utamanya adalah pendampingan, kesabaran, dan perhatian penuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....